Skip to main content

Surat Terbuka Untuk Ustadz Ustadzah Musyrif Musyrifah

Surat Terbuka Untuk Ustadz Ustadzah Musyrif Musyrifah by Santrie Salafie

Surat Terbuka Dari orang tua santri

Untuk para ustadz dan ustadzah, musyrif dan musyrifah.

Surat Terbuka Untuk Ustadz Ustadzah Musyrif Musyrifah

Anak-anak kami, adalah bagian dari jiwa kami. Melepas mereka, tak ubahnya seperti mencabut hati kami sendiri.

Andai bisa, tentu kami ingin mereka selalu dalam jangkauan mata. Namun kami sadari, tangan kami saja tak cukup kuat membimbing mereka.

Kami mencintai mereka

Tapi, cinta kami seringkali buta. Tak sanggup melihat aib dan kurang mereka.

Kami menyayangi mereka. Tapi, kasih sayang kami terkadang tak cukup menyelamatkan mereka dari api Neraka.

Menyadari ketidak berdayaan kami. Dengan sepenuh kesadaran, kami lepaskan anak-anak kami jauh dari rumah, tempat mereka dibesarkan.

Ada sesak yang kami tahan di dada. Ada air mata yang diam-diam kami tumpahkan. (Ketika) melepas kepergian mereka.

Hanya harapan yang sanggup membuat kami berpura-pura tersenyum. Harapan kiranya perpisahan ini menjadi jalan, yang akan mengantar mereka menuju ketakwaan.

Anak-anak kami

Datang ke Pondok ini dengan segenap kekurangan mereka. Maafkan, jika mereka kurang santun dalam berperilaku.

Kurang sopan dalam bertutur kata. Kurang sungguh-sungguh dalam belajar. Kurang taat pada peraturan. Dan sederet kekurangan lainnya.

Anak-anak kami. Bukan sepotong kain yang kami kirim untuk dijahit menjadi baju dalam hitungan hari.

Anak-anak kami. Bukan adonan tepung yang hanya butuh beberapa jam untuk mengolahnya menjadi roti.

Tapi, mereka adalah jiwa-jiwa yang punya ego dan perasaan. Yang perlu proses panjang untuk membentuk akhlak dan kepribadian mereka.

Mungkin, sesekali mereka akan membangkang. Dan dengan keterbatasan ilmunya, menjerumuskan diri ke dalam dosa.

Saat itulah, kami harapkan teguran penuh kelembutan dari ustadz ustadzah untuk anak-anak kami. Atau, peringatan tegas. Bahkan sedikit 'kekerasan' dalam batas syariat sebagai pendidikan.

Betapa pun kami menyayangi anak-anak kami

Betapa pun kami ingin mereka hidup nyaman tanpa beban. Kami masih tega melihat mereka menanggung 'kesusahan' hidup sebagai santri. Demi mendidik mereka menjadi pribadi bertakwa.

Kami rela mereka menanggung beban dunia. Tapi kami tak sanggup, melihat anak-anak kami terjerumus dalam dosa, dan tersiksa dalam panasnya Neraka.

Karenanya, dengan segala kerendahan.

Kami mengharapkan bantuan ustadz ustadzah dalam membimbing mereka

Anak-anak kami. Pergi jauh meninggalkan orang tua dan sanak saudara. Kami harap, di Pondok mereka menemukan gantinya.

Rengkuh mereka sebagai anak, atau adik yang layak disayangi setulus hati.

Jangan pandang mereka dengan ketidak-sempurnaan mereka saat ini. Tapi lihatlah mereka belasan, atau puluhan tahun mendatang.

Anak-anak kami. Dengan segala kekurangannya adalah aset muslimin. Calon penerus perjuangan masa depan.

Kami tak mengharap kesempurnaan ustadz ustadzah dalam memahami anak-anak kami.

Sebab kami sendiri, yang mengenal mereka sejak masih dalam kandungan pun, seringkali gagal mengenali karakter mereka.

Hanya kesabaran dan kesungguhan dalam usaha. Yang kami yakin tak semudah membalik telapak tangan.

Meski sebenarnya kami merasa malu. Sebab kami tak dapat menawarkan apapun sebagai imbalan.

Hanya secuil doa

Kiranya setiap tetes keringat akan meluruhkan dosa-dosa. Kiranya setiap jengkal langkah dan jerih payah meninggikan derajat Antum di taman-taman Surga. Dan kiranya setiap sesak yang menghimpit karena ulah anak-anak kami, melapangkan jalan Antum menuju ridha-Nya.

Kami, dengan sepenuh usaha akan belajar ikhlas melepas anak-anak kami.

Akan kami iringi kesabaran ustadz ustadzah dengan ketabahan. Akan kami imbangi kegigihan Antum dengan doa dalam sujud-sujud panjang. Akan kami teladani keikhlasan dan kesungguhan Antum.

Sebab kami sadar, kami lah yang pertama bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak kami. Bi-idznillah, InsyaAllah. (Amin Afnan)

Tertanda: Pembuat Surat Terbuka untuk Ustadz Utadzah Musyrif Musyrifah.

Penutup: semoga dengan membaca Surat Terbuka untuk Ustadz Utadzah Musyrif Musyrifah ini, bisa menambah wawasan kita semua tentang keadaan orang dan harapan orang tua santri untuk anak-anaknya di pondok pesantren. Dan mudah-mudahan bisa selalu istiqamah dalam kebaikan. Amin. Salam santun dan semoga bermanfaat.

Baca juga: pengertian Tartil, Tajwid, Tilawah, Tahfidz, Tahsin dan Tadabbur.

Tambahkan aplikasi Santrie Salafie di smartphone tanpa install

  1. Buka SantrieSalafie.com dengan browser Chrome di smartphone
  2. Klik ikon 3 titik di browser
  3. Pilih "Tambahkan ke layar utama"
  4. Selanjutnya klik aplikasi Santrie Salafie dari layar utama smartphone Anda untuk menggunakannya.

Atau, ikuti Santrie Salafie di Google News dengan klik icon untuk mulai mengikuti dan mendapatkan pengalaman membaca lebih mudah.

Comment Policy: Silakan baca Kebijakan Komentar kami sebelum berkomentar.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->