Skip to main content

Profil Pondok Pesantren Tebuireng Jombang

Profil Pondok Pesantren Tebuireng Jombang by Santrie Salafie

Profil Pondok Pesantren Tebuireng Jombang - Pernahkah kalian membaca atau mendengar kisah tentang Pondok Pesantren Tebuireng Jombang? Dimana lokasi Pondok Pesantren Tebuireng Jombang? Kapan berdirinya Pondok Pesantren Tebuireng Jombang? Dan siapakah pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang?

Tenang, karena pada kesempatan kali ini Santrie Salafie akan berbagi tentang Profil Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Selengkapnya, langsung saja yuk scroll ke bawah untuk menyimak lebih lanjut tentang Profil Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Sejarah Berdirinya Pesantren Tebuireng

Dipenghujung abad ke19, di sekitar Tebuireng bermunculan banyak pabrik milik asing ( khususnya pabrik gula ). Bila dilihat dari aspek ekonomi, keberadaan pabrik-pabrik tersebut memang menguntungkan karena akan membuka banyak lapangan kerja. Akan tetapi secara psikologis justru merugikan, karena masyarakat belum siap menghadapi industrialisasi.

Mereka belum terbiasa menerima upah sebagai buruh pabrik. Upah yang mereka terima biasanya digunakan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif-hedonis. Budaya judi dan minum minuman keras pun menjadi tradisi.

Ketergantungan rakyat terhadap pabrik kemudian berlanjut pada penjualan tanah-tanah rakyat yang memungkinkan hilangnya hak milik atas tanah. Diperparah lagi oleh gaya hidup masyarakat yang amat jauh dari nilai-nilai agama.

Versi lain yang menuturkan bahwa nama Tebuireng berawal dari pemberian nama oleh seorang punggawa kerajaan Majapahit yang masuk Islam dan kemudian tinggal di sekitar dusun tersebut.

Kondisi ini menyebabkan keprihatinan mendalam pada diri Kiai Hasyim. Kemudian Beliau membeli tanah milik salah seorang dalang terkenal Tebuireng. Kemudian pada tanggal 26-Rabiul'Awal-1317 H. (3-08-1899 M), K. Hasyim mendirikan sebuah bangunan kecil yang terbuat dari anyaman bambu (tratak) , berukuran 6x8m. .

Bangunan sederhana itu disekat menjadi dua bagian. Bagian belakang dijadikan tempat tinggal Kiai Hasyim bersama istrinya, Nyai Khodijah, dan bagian depan dijadikan tempat salat (mushalla). Ketika itu santrinya hanya depalan orang, & 3bulan kemudian meningkat menjadi dua puluh delapan orang.

Kiai Hasyim di Tebuireng

Datangnya Kyai Hasyim di Tebu ireng tidak langsung di terima baik masyarakat. Gangguan, fitnah, hingga ancaman datang bertubi-tubi. Tak hanya K. Hasyim yang diganggu ,namun para santri-pun juga sering di teror. Teror tersebut dilakukan oleh kelompok yang tidak senang atas adanya pesantren di Tebu ireng .

Bentuknya beraneka ragam. Ada yang berupa pelemparan batu, kayu, atau penusukan senjata tajam ke dinding tratak. Para santri sering-kali harus tidur secara bergrombol ditengah-tengah suatu ruangan , sebab takut tertusuk benda yang tajam . Gangguan juga dilakukan di luar pondok, dengan mengancam para santri agar meninggalkan pengaruh Kiai Hasyim . 'Gangguan tersebut berlanjut selama 2,5 tahun , sampai para santri harus disiagakan untuk berjaga bergilir .

Pencak Silat dan Kanuragan Tebuireng

Ketika gangguan semakin membahayakan dan menghalangi sejumlah aktifitas santri, Kiai Hasyim lalu mengutus seorang santri untuk pergi ke Cirebon, Jawa Barat, guna menamui Kiai Saleh Benda, Kiai Abdullah Panguragan, Kiai Sansuri Wanantara, dan Kiai Abdul Jamil Buntet. Keempatnya merupakan sahabat karib Kiai Hasyim. Mereka secara sengaja di hadirkan ke Tebu ireng untuk melatih ilmu kesenian pencak silat & kanuragan selama kurang lebih delapan bulan .

Berbekal ilmu kanuragan dan pencak silat , para santri tidak lagi khawatir terhadap gangguan luar . Bahkan K. Hasyim sering ronda malam sendirian. Kawanan penjahat sering beradu fisik dengannya, namun dapat diatasi dengan mudah. Bahkan banyak diantara mereka yang kemudian meminta diajari ilmu pencak silat dan bersedia menjadi pengikut Kiai Hasyim. Sejak saat itu Kiai Hasyim mulai diakui sebagai bapak, guru, sekaligus pemimpin masyarakat.

Tidak hanya diketahui mempunyai ilmu pencak silat, Kiai Hasyim pula diketahui pakar di bidang pertanian, pertanahan, serta produktif dalam menulis. Sebab itu, Kiai Hasyim jadi figur yang amat diperlukan warga sekitar yang rata- rata berprofesi sebagai petani. Kala seseorang anak majikan Pabrik Gula Tjoekir berkebangsaan Belanda, sakit parah serta kritis, setelah itu dimintakan air do’ a kepada Kiai Hasyim, anak tersebut juga sembuh.

Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari Profil Pondok Pesantren Tebuireng Jombang diatas adalah:
  • Pondok Pesantren Tebuireng Jombang didirikan oleh Hadhrotus syaikh KH. Hasyim Asy'ari pada tanggal 26-Rabiul'Awal-1317 H. (3-08-1899 M), berlokasi di Jl. Irian Jaya No.10, Cukir, Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Semoga dengan membaca Profil Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini, bisa menambah wawasan kita semua tentang Pondok Pesantren. Salam santun dan semoga bermanfaat.

Baca juga: Profil Pondok Pesantren Lirboyo Kediri

Comment Policy: Setiap komentar yang masuk akan diperiksa terlebih dahulu sebelum ditampilkan, silakan tulis komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Terima kasih untuk kerja samanya.
Buka Komentar
Tutup Komentar