Skip to main content

15 Fakta Unik Kebiasaan Santri di Pondok Pesantren

15 Fakta Unik Kebiasaan Santri di Pondok Pesantren by Santrie Salafie

15 Fakta Unik Kebiasaan Santri di Pondok Pesantren - Pernahkah Kalian membaca atau mendengar kisah tentang santri? Apa yang terpikir pertama kali saat mendengar istilah santri? Seperti apa kehidupan para santri saat di Pondok Pesantren? Tenang, karena pada kesempatan kali ini Santrie Salafie akan berbagi tentang 15 Fakta Unik Kebiasaan Santri di Pondok Pesantren.

Selengkapnya, langsung saja yuk scroll ke bawah untuk menyimak lebih lanjut tentang 15 Fakta Unik Kebiasaan Santri di Pondok Pesantren.

Apa Saja Fakta Unik Tentang Santri?

Apa yang ada di benak pikiran kalian saat mendengar kata santri? Pasti yang kalian pikirkan diantaranya adalah: santri itu mengaji, santri itu sholat berjama’ah, santri itu berpakaian menutup aurat.

Sebenarnya, semua hal yang kalian pikirkan tentang santri itu merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan juga bagi kalian yang bukan santri, karena sebagai umat Islam sudah seharusnya kita menaati perintah Allah.swt. dan menjauhi larangan-Nya. Seperti yang dikatakan KH. Musthofa Bisri.

"Santri bukan yang mondok saja tapi siapa pun yang berakhlak seperti santri, dialah Santri".KH Musthofa Bisri

Namun, dengan kalian masuk pesantren dan menjadi santri, kalian akan lebih optimal dalam melaksanakan hal-hal itu, karena kalian berada pada lingkungan yang religius. Tapi jangan dikira santri tidak bisa bergaul dan bereksplorasi.

Inilah 15 Fakta Unik Kebiasaan Santri di Pondok Pesantren

Berikut fakta unik kebiasaan para santri di pesantren yang bakal kalian rindukan setelah menjadi alumni.

1. Santri Tidak Hanya Bisa Mengaji

Jika orang di luar sana masih menganggap bahwa santri itu cuma bisa mengaji, itu salah! Di pesantren, santri bisa menuangkan kreativitasnya dalam bergaul dan bereksplorasi.

kalian bisa mengikuti ekstrakurikuler yang ada di pesantren dan kalian bisa menampilkan bakat di setiap ada acara atau perlombaan tertentu.

2. Peraturan Bisa Membuat Santri Jadi Paranoid

Memang tidak jarang orang paranoid akan tekanan atau peraturan yang ada di pesantren, sehingga memiliki rasa ketakutan untuk menjadi santri atau ingin segera keluar bagi yang sudah terlanjur menjadi santri.

Di setiap pesantren pasti ada peraturan, yang mana peraturan itu bisa membuat kalian resah dan tidak nyaman tinggal di pesantren. Berdasarkan pengalaman Saya pribadi, saat pertama kali masuk pesantren memang takut akan peraturan-peraturan yang mengerikan itu.

Namun, itu hanya saat dibayangkan saja, pada realitanya banyak juga santri yang menikmati dan menghabiskan waktunya di pesantren.

3. Melanggar Peraturan Tak Selamanya Buruk

Pada dasarnya melanggar peraturan itu memang tidak baik. Tapi menurut Admin pribadi, kalian akan mendapatkan pelajaran berharga, yaitu pengalaman.

Karena memang tanpa disadari saat kalian melanggar sebuah peraturan, maka kalian pun juga akan mendapatkan hadiah dari pengurus yaitu Takzir atau Hukuman. Nah, dari situ jugalah bisa diambil hikmahnya dan berusaha untuk menata kembali agar tidak lagi melanggar peraturan.

4. Hukuman Beraneka Ragam

Berkaitan dengan peraturan, sudah pasti ada sebuah hukuman bagi santri yang melanggar peraturan. Pada umumnya, tingkat hukuman di pesantren itu ada 3, yaitu ringan, sedang, dan berat. Hukuman diberikan dengan meninjau pelanggaran apakah yang dilakukan, karena pelanggaran juga dikategorikan ringan, sedang, dan berat.

Hukuman ringan contohnya dikaryakan, seperti ditegaskan untuk menghafal surat-surat Alqur’an atau menulis lafadz Istighfar sebanyak seribu kali.

Untuk hukuman sedang contohnya seperti digundul, dipulangkan sementara, menanggung beban tugas piket.

Sedangkan untuk hukuman berat itu santri dipanggil orang tuanya dan dipulangkan selamanya.

5. Satu Piring Berdua

Satu piring berdua. Bukan lagunya Ida Laila ya! Satu piring berdua ini merupakan istilah yang menggambarkan cara makan santri. Memang benar bahwa santri itu makan dengan porsi satu piring berdua, bahkan ada yang memakai satu nampan untuk ber-empat hingga ber-lima.

Di saat momen seperti itu, santri itu bukan mencari kekenyangan, tapi mereka mencari arti kebersamaan dalam hidup berjama’ah. Jadi ya masa bodoh porsi seberapa pun, yang terpenting mereka dapat merasakan kebersamaan.

6. Mau Mandi Perlu Mengantri

Di pesantren, hidup itu berjama’ah. Tapi jangan dikira mandi juga berjama’ah ya! Kalau mandi tetap personal, tapi para santri perlu mengantri untuk mendapatkan giliran mandi.

Dalam hal ini dibutuhkan kesadaran dan sabar ya. kalian yang memakai kamar mandi lebih dulu harus sadar kalau di luar, santri lain mengantri panjang. Bagi santri yang mengantri juga harus sabar menunggunya.

Tapi tetap hati-hati ya, jangan sampai santri yang mengantri di luar habis kesabarannya. Kalau sudah habis, bisa jadi mereka akan menggedor-gedor bahkan bisa sampai mendobrak. Bisa dibayangkan bukan? kalian lagi merasakan nikmatnya buang hajat, tiba-tiba pintu kamar mandi jebol akibat bentrok antrian di luar. Haha.

7. Panik ! Stock Alat Mandi Habis

Masih berkaitan dengan mandi. Faktor inilah yang bisa membuat santri panik, yaitu kehabisan alat mandi. Yang santri rasakan saat kehabisan alat mandi itu seperti kehilangan setengah bagian hidupnya, haha.

Akan ada 5 kemungkinan yang dilakukan santri ketika alat mandi habis, yaitu berusaha untuk membeli alat mandi baru, sementara menahan diri untuk tidak mandi, berusaha minta ke teman, mandi tanpa alat mandi, dan mandi dengan memakai alat mandi hasil ghosob.

Hadewh... Yang terakhir jangan ditiru ya.. "GHOSOB"

8. Ganas Saat Ada Makanan Datang

Saat momen seperti inilah para predator ganas akan menyerang, jika ada salah seorang teman yang membawa makanan untuk dibagikan. Biasanya para santri predator ini tak mempedulikan aktivitas apa yang dilakukan saat itu, mereka akan langsung lari menuju target dan berusaha menguasai makanan yang dibagikan itu.

Memang seru sekali saat momen seperti ini, suasana sesunyi apa pun akan tiba-tiba menjadi heboh karena ini. Biasanya makanan lebih banyak tercecer di lantai karena kericuhan dari pada yang dimakan.

9. Kulit Terserang Penyakit

Banyak yang bilang jika belum merasakan penyakit gatal-gatal pada kulit saat di pesantren, berarti belum memenuhi syarat sah menjadi santri. Kini hal itu menjadi sebuah stigma, karena sudah menjadi hal yang wajar seorang santri merasakan penyakit gatal-gatal pada kulit, seperti jamuran, cacar, scabies, atau cangkrangan, dll.

10. Ajang Cuci Mata

Ajang cuci mata ini biasa dilakukan oleh santri ikhwan, di mana mereka memanfaatkan momen-momen tertentu untuk menikmati pemandangan indah, yaitu memandangi para santri akhwat.

Biasanya hal ini dilakukan pada saat rapat organisasi atau pada acara-acara tertentu, yang di mana santri ikhwan dan akhwat dikumpulkan pada satu tempat. Setelah memandangi dan menemukan yang indah, mereka akan mencari tahu lebih lanjut mengenai informasi akhwat yang dikagumi.

Kemudian selanjutnya akan muncul modus-modus tertentu yang diperjuangkan demi menjadi seorang yang spesial milik akhwat pujaan hatinya. Pengalaman bener dah yang nulis wkwk..

11. Pacaran Syar'i dalam Kisah Kasih di Pesantren

Apaan tuh Pacaran Syar'i? Hehehe... Enggak ada ya sob pacaran syar’i ! Di dalam agama Islam pacaran tetap menjadi larangan. Ini merupakan sebuah istilah saja, berdasarkan apa yang santri rasakan. Suka kepada lawan jenis itu wajar, santri juga manusia, jadi boleh-boleh aja kalau hanya sekedar suka.

Kisah kasih di pesantren ini sangat berbeda jauh ya sob dengan kisah kasih di sekolah, walaupun di pesantren juga ada sekolahnya. Kami santri butuh waktu setengah tahun untuk mengenal lebih jauh akhwat yang dikagumi.

Gimana enggak setengah tahun? Di pesantren, santri tidak diperbolehkan membawa gadget, satu-satunya cara ya mengirim surat. Bayangin aja sob, kita ngirim hari ini dan itu melalui perantara, balasan surat itu akan datang satu minggu, dua minggu, atau bahkan bisa satu bulan kemudian.

Mending dibalas, kalau akhwatnya cuek mah bisa ampe lulus kita nunggu balasan suratnya. Miris ya, di ambang harapan. Hiks..hiks

Nah kenapa ada istilah pacaran syar'i ? Ya.. karena walaupun berpacaran, asrama memisahkan jarak mereka sob. Jadi ya.. perlu sedia kertas satu rim demi menjaga keberlangsungan hubungan mereka dalam berkomunikasi.

Tapi, mau dikata apa kalau santri sudah jatuh cinta? tapi tenang, mereka udah punya kendali yang hebat kok.. jadi nggak perlu khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

12. Sedih Tak Dijenguk

Momen menyedihkan ini biasanya berlangsung saat akhir pekan, yaitu hari Minggu. Di mana banyak wali santri yang berdatangan untuk menjenguk putra-putrinya. Di momen seperti itu, bagi mereka yang dijenguk akan melepas rindunya kepada orang tua dan rindu orang tua kepada anaknya.

Tapi di sisi lain, sebagian kecil dari mereka merasakan kesedihan, karena tak dijenguk seperti teman-teman yang lainnya. Biasanya mereka yang sedih ini hanya bisa memandangi teman-temannya yang bahagia karena dijenguk, menghabiskan waktu untuk tidur, ada juga yang meratapi dengan berdiri dibalik jendela. Hehehe.. kecian banged ya..

13. Tanggal Tua ! Muka Mendadak Kusut

TANGGAL TUA, tanggal paling mengerikan bagi para santri. Pada tanggal tua ini santri mengalami krisis moneter.

Dimana segala persediaan mulai menipis, laci lemari kosong, kantong celana pun bolong, di tambah gaji dari orang tua yang tak kunjung datang. Lebih miris lagi kalau sudah tanggal tua, terus enggak dijenguk. Cuma bisa tarik napas. Hmmhhh... !!!

14. Ghosob Barang Milik Teman

Ghosob, ada dua kemungkinan yang akan terjadi jika melakukannya, yaitu bisa menjadi dosa dan bisa juga tidak. Pada dasarnya, ghosob itu menggunakan barang milik teman tanpa izin dan selesai menggunakan, baru dikembalikan.

Dan mungkin itu bisa menjadi dosa jika teman kita tidak ikhlas saat mengetahui barangnya dighosob. Namun, bisa juga menjadi tidak, jika saat ingin mengghosob kita yakin bahwa teman kita yang punya barangnya ini akan ikhlas.

Biasanya, barang paling sering dighosob itu sandal dan alat mandi. Paling ngeselin banget, sehabis shalat lalu keluar dari masjid mau balik ke asrama, cek sandal eh nggak ada, dan sandal pun tiba-tiba sampai lebih dulu di asrama. Hahaha... Sandal ajaib.

15. Senioritas Antar Angkatan

Senioritas antar angkatan, hal ini sudah menjadi rahasia umum ya. Jadi tak hanya di sekolah negeri atau formal saja yang ada hal seperti ini, di pesantren kita juga mengalaminya.

Biasanya di pesantren, angkatan yang ganjil akan ngerjain adik angkatan yang genap, misalnya angkatan 1 mengerjai angkatan 2. Begitu juga sebaliknya, angkatan yang genap akan ngerjain adik angkatan yang ganjil.

Bentuk mengerjainya yang biasa dilakukan itu seperti menyuruh adik angkatan untuk mencuci piring, membelikan makanan, bahkan sampai ada yang sengaja ngerjain dengan mencoret wajah santri lain saat sedang tidur. hehehe... pas bangun, tiba-tiba kawan sekamar yang lain ketawa nggak jelas karena melihat wajah yang sudah penuh dengan karya santri lain. hahaha...

Tapi tenang sob, jika kalian tidak berbuat yang aneh-aneh dan menghormati kakak angkatan, pasti mereka juga akan segan.

Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari 15 Fakta Unik Kebiasaan Santri diatas adalah:
  • 15 Fakta Unik Kebiasaan Santri di Pondok Pesantren diatas hanyalah sebagian kecil dari kebiasaan-kebiasaan santri yang Admin rangkum, sebenarnya masih ada banyak lagi kebiasaan-kebiasaan lainnya yang tidak Admin tulis disini.
  • Buat kalian yang belum pernah masuk pesantren, ayo sob rasakan hidup yang berwarna di pesantren. Jangan takut untuk jadi santri, jadi santri tak akan mengubah diri kalian menjadi monster, tapi kalian akan menemukan jati diri yang lebih baik.
Semoga dengan membaca Fakta Unik Kebiasaan Santri ini, bisa menambah wawasan kita semua tentang santri. Salam santun dan semoga bermanfaat.
Salam #SantriNusantara

Baca juga: Santri Zaman Now

Comment Policy: Setiap komentar yang masuk akan diperiksa terlebih dahulu sebelum ditampilkan, silakan tulis komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Terima kasih untuk kerja samanya.
Buka Komentar
Tutup Komentar