Skip to main content

Mengenal Lebih Dalam Tentang Pohon Sengon Solomon

Mengenal Lebih Dalam Tentang Pohon Sengon Solomon by Santrie Salafie

Mengenal Lebih Dalam Tentang Pohon Sengon Solomon - Pernahkah kalian membaca atau mendengar tentang Pohon Sengon Solomon? Seperti apa Pohon Sengon Solomon itu? Tenang, karena pada kesempatan kali ini Santrie Salafie akan berbagi tentang Pohon Sengon Solomon.

Selengkapnya, langsung saja yuk scroll ke bawah untuk menyimak lebih lanjut tentang memahami lebih dalam Pohon Sengon Solomon.

POHON SENGON SOLOMON

Sengon (Paraserianthes falcataria L) adalah kayu lunak yang penting sebagai bahan bangunan. Kayu ini tergolong cepat pertumbuhannya dan mudah dibudidayakan. Sengon sendiri selama beberapa puluh tahun ini merupakan favorit pabrikan untuk diolah menjadi plywood.

1. ASAL-USUL TANAMAN

Sengon Solomon adalah salah satu jenis sengon yang perawakan dan bentuknya sama seperti sengon biasa. Sengon ini berasal dari kepulauan Salomo. Pulau ini berada di Samudera Pasifik. Di kepulauan ini, sengon Solomon tumbuh dengan alam yang cukup ekstrim seperti angin yang kencang dan tempat tumbuh yang berbeda-beda. Karena kondisi itu, sengon Solomon mampu beradaptasi dengan baik. Jika sengon biasa tidak cukup toleran di daerah dataran tinggi, maka sengon Solomon masih bisa hidup dengan baik di daerah dengan ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut. Belum diketahui benar siapa yang memasukkan sengon Solomon ini ke Indonesia. Yang jelas, sengon ini belum lama dibudidayakan petani. Seorang pembudidaya yang sudah panen mengatakan jika dirinya memperoleh bibit dari fakultas kehutanan sebuah universitas.

Pekebun yang lain memperolehnya dari dinas kehutanan. Data dari Departemen kehutanan menyebutkan bahwa sengon Solomon ditanam di Indonesia pertama kali tahun 1971. Beberapa pekebun yang sudah panen sengon Solomon ini terdapat di Jawa Timur dan Jawa Tengah, itupun masih bisa dihitung dengan jari.

Penyebab dari belum banyaknya pekebun adalah masih minimnya ketersediaan bibit. Selama ini bibit dihasilkan dari pohon induk yang memang masih sedikit. Berbeda dengan sengon biasa, biji sengon Solomon ini sangat sedikit. Jika bukan dari biji/benih, petani bisa juga mendapatkan bibit dari teknis kultur jaringan. Antara bibit dari benih dan dari kultur jaringan ini sama saja pertumbuhannya dan tidak ada perbedaan yang signifikan.

Penyebab lain belum banyaknya pekebun adalah, mereka selama ini sudah cukup familiar dengan sengon biasa. Dengan jenis yang bisa dipanen saat umur tanaman lima tahun, pekebun menganggapnya sudah bagus. Apalagi jika dilihat bahwa harga bibit sengon Solomon lebih mahal. Pekebun banyak yang belum mencermati bahwa selisih harga tersebut sebanding dengan kecepatan tumbuh sengon Solomon yang jauh jika dibandingkan sengon biasa. Seorang pekebun bahkan jelasjelas mengatakan bahwa lebih baik merawat satu batang sengon Solomon daripada lima batang sengon biasa.

Alasan apa yang membuat pekebun ini berkata demikian? Tentu pada kecepatan tumbuh sengon Solomon ini. Pada umur tiga tahun, ada selisih diameter sekitar 3 senti dan selisih tinggi sekitar 2 meter. Jika dikalikan tentu akan terlihat seberapa keuntungannya.

2. TAKSONOMI

Sengon Solomon sebagai salah satu jenis sengon yang pertumbuhannya pesat ini mempunyai klasifikasi sebagai berikut:
  1. Kingdom : Plantae
  2. Divisi : Spermatophyta
  3. Subdivisi : Angiospermae
  4. Kelas : Dicotyledonae
  5. Bangsa : Fabales
  6. Famili : Leguminoceae
  7. Sub famili : Mimosoidae
  8. Marga : Paraserianthes
  9. Jenis : Paraserianthes falcataria (L.) [Nielsen Solomon]

3. CIRI-CIRI SENGON SOLOMON

Walaupun jika dilihat sepintas sengon Solomon ini serupa dengan sengon biasa, namun ada beberapa hal yang membedakan. Perbedaan ini cukup penting saat kita akan mendatangkan bibit guna dikebunkan. Jika salah memilih bibit, bukan sengon Solomon yang kita dapat, melainkan sengon biasa.

Selain harganya lebih mahal, sengon Solomon juga bisa dikenali dari beberapa hal berikut ini:

  • Pohon sengon Solomon berukuran sedang sampai besar dengan ketinggian sampai 40 meter.
  • Sementara untuk tinggi batang bebasnya bisa sampai 20 meter.
  • Diameter pohon dewasa bisa mencapai 100 cm.
  • Produksi biji relatif lebih rendah daripada sengon biasa
  • Daun berukuran lebih besar dan berwarna lebih cerah

4. DAERAH PENYEBARAN SENGON SOLOMON

Pohon sengon Solomon tumbuh baik pada ketinggian 0-800 meter diatas permukaan laut. Namun demikian, di daerah yang ketinggiannya 1600 meter diatas permukaan laut, sengon ini masih bisa tumbuh. Semakin tinggi tempatnya, pertumbuhannya akan semakin melambat.

Untuk sengon Solomon ini, kemampuannya beradaptasi di ketinggian lebih baik daripada sengon biasa. Sifat ini merujuk pada asal muasal diketemukannya selong Solomon yang sudah disinggung diatas. Penyebaran alami sengon Solomon ini terdapat di daerah-daerah seperti papua, kepulauan Solomon dan Maluku. Saat ini sengon Solomon sudah tersebar di banyak pulau di Indonesia. Para pelaku budidaya sudah mengebunkan sengon ini di berbagai tempat. Di Jawa Timur, sengon Solomon sudah banyak dibudidayakan dan sudah mengalami panen.

5. SYARAT TUMBUH

Tanaman sengon Solomon, seperti juga sengon biasa, membutuhkan beberapa syarat agar bisa tumbuh dengan optimal. Sedikit perbedaannya, sengon Solomon lebih toleran di ketinggian. Untuk dapat hidup dengan baik, sebaiknya kita menanam sengon ini pada ketinggian tak lebih dari 1000 meter diatas permukaan laut.

Sengon Solomon ini membutuhkan sinar matahari penuh. Jika tanaman muda ini ternaungi, pertumbuhannya bisa terhambat. Sengon Solomon merupakan tanaman yang bandel, mampu hidup di berbagai jenis tanah. Ditanam di tegalan, di bedengan atau tanggul di dekat sawah ataupun di kawasan hutan sengon ini mampu hidup dengan baik.

Tipe tanah seperti regosol, aluvial dan latosol baik untuk ditanami sengon Solomon. Untuk tingkat keasam-basaan, sengon Solomon cocok pada tanah yang pH-nya sekitar 6-7 atau netral.

6. KUALITAS KAYU SENGON SOLOMON

Sebagai tanaman yang masih satu keluarga, sengon biasa dan sengon Solomon mempunyai kualitas yang sama. Perbedaannya, sengon Solomon mempunyai serat yang lebih rapat namun ringan. Untuk kelas kayu, sengon Solomon ini termasuk kelas kuat III-IV, dengan kelas awet III-IV. Dengan tipe serat yang agak kasar namun lurus, kayu sengon ini mudah dikerjakan dalam pertukangan.

Dalam dunia perkayuan, sengon merupakan salah satu jenis tanaman yang penting untuk industri. Kayu sengon biasa digunakan untuk pulp, peti, balken, log, tiang rumah, korek api dan macam-macam perabot ringan.

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat kita ambil dari Pengenalan Mendalam Pohon Sengon Solomon diatas adalah:
  • Memahami Lebih Dalam Tentang Pohon Sengon Solomon diatas bisa kita jadikan sebagai referensi untuk keberhasilan pembudidayaan Pohon Sengon Solomon, namun dari beberapa poin diatas tidak sepenuhnya menjadi tolak ukur keberhasilan pembudidayaan Sengon SOlomon. Semua itu kembali lagi kepada kesungguhan diri kita masing-masing dalam mengaplikasikannya pada usaha yang dilakukan.
Semoga dengan membaca mengenai Pohon Sengon Solomon ini, bisa menambah wawasan dan menjadi solusi bagi kita semua yang sedang berusaha untuk membudidayakan atau berbisnis Pohon Sengon Solomon. Salam santun dan semoga bermanfaat.

Baca juga: 15 Tanaman Pembersih Udara di dalam Rumah

Comment Policy: Setiap komentar yang masuk akan diperiksa terlebih dahulu sebelum ditampilkan, silakan tulis komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Terima kasih untuk kerja samanya.
Buka Komentar
Tutup Komentar