Skip to main content

Mengapa Rasulullah Berasal dari Arab?

Mengapa Rasulullah Berasal dari Arab? by Santrie Salafie

Mengapa Rasulullah Berasal dari Arab? - Bagaimana kabar hari ini sahabat Santrie Salafie? mudah-mudahan selalu dalam lindungan Allah swt. Amin.. Pada kesempatan kali ini Santrie Salafie akan berbagi tentang Mengapa Rasulullah Berasal dari Arab?.

Selengkapnya, langsung saja yuk scroll ke bawah untuk menyimak lebih lanjut tentang Mengapa Rasulullah Berasal dari Arab?.

Rasulullah Berasal dari Arab

Rasulullah adalah nabi dan utusan terakhir yang ditugaskan Allah untuk menyebarkan risalah langit kepada umat manusia. Beliau lahir di Makkah pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal, bertepatan dengan tanggal 29 Agustus 580 M. Meski lahir dan besar di tanah Arab, namun ajaran dan risalah Rasulullah bukan hanya untuk bangsa Arab saja tetapi juga untuk seluruh umat manusia, bahkan bangsa jin. Demikian lah, ajaran yang dibawa Rasulullah melintasi zaman dan geografi, terus berkembang hingga kini.

Kemudian, yang sering kali menjadi pertanyaan ialah, mengapa Rasulullah saw berasal dari bangsa Arab-Makkah tepatnya? Mengapa Rasulullah saw tidak lahir dari bangsa Romawi? Persia? atau pun India? yang pada saat itu merupakan peradaban terbesar dan maju?

Merujuk sebuah buku: Membaca Sirah Nabi Muhammad saw dalam Sorotan AlQur’an & Hadits Shohih [ M. Quraish Shihab-2018 ]. Seorang ulama' besar Mesir Syaikh Mutawalli as-Sya’rawi mengemukakan bahwa bangsa Arab dahulu memiliki semangat menjelajah, atau bisa dikatakan nomaden atau hidup perpindah-pindah dan senang berperang. Dengan karakter seperti itu, mereka dinilai selalu siap untuk menyebarkan risalah kenabian ke seluruh penjuru. Meski jiwa dan darah yang menjadi taruhannya. Itulah kenapa Alah memilih rasul dari bangsa Aarab.

“Kalau Allah menghendaki sesuatu, Dia mempersiapkan sebab-sebabnya”.kata Syekh Mutawalli asy Sya'rawi

Sementara itu, menurut salah satu ulama masyhur asal India, yakni Abu Hasan an-Nadwi menjelaskan bahwa Rasulullah saw dipilih Allah swt dari bangsa Arab karena alasan-alasan tertentu. Menurut an-Nadwi, masyarakat Arab pada waktu itu mempunyai jiwa yang relatif bersih & belum ternodai dengan ide-ide buruk yang tertanam sehingga susah dihapus. Di samping itu, tidak ada keangguhan dan kesombongan di hati masyarakat Arab. Hati mereka hanya tertutup oleh keluguan dan kebodohan. Kebodohan yang sederhana, bukan berganda sehingga mudah dihapus.

Masyarakat Arab pada waktu itu juga memiliki kemauan yang kuat, tegas, ‘hitam-putih. Dalam artian, mereka akan keukeuh memerangi Islam manakala kebenaran Islam tidak dipahaminya. Namun, jika kebenaran Islam sudah merasuk kedalam hati dan jiwanya maka mereka akan membelanya dengan sepenuh hati, raga, dan harta, bahkan nyawa.

Bukan hanya itu, dalam sejarahnya bangsa Arab tidak pernah sama sekali dijajah oleh imperium asing. Mereka juga tidak rela diperbudak. Keadaan seperti itu menjadikan mereka bertumbuh menjadi masyarakat yang egaliter, merdeka, dan cinta alam. Plus masyarakat Arab memiliki watak yang tegas, berani, berterus terang, dan tidak suka menipu diri sendiri, apalagi orang lain. Watak dan karakter masyarakat Arab yang seperti itu lah yang membuat Allah memilih utusan-Nya dari bangsa Arab.

Abu Hasan an-Nadwi juga menyinggung kenapa Rasulullah tidak berasal dari bangsa Romawi, Persia, atau pun India yang notabennya peradaban besar pada saat itu. Kata anNadwi, masyarakat India pada saat itu adalah masyarakat yang sombong dengan filsafat, peradaban, pengetahuan, dan budayanya. Hal tersebut membuat jiwa dan pikiran mereka menjadi kompleks sehingga susah dihapus dan dimasuki dengan ajaran-ajaran baru. Begitu pun dengan masyarakat Romawi dan Persia, jiwa mereka sudah ‘ternodai’ dengan ‘ide-ide buruk’ yang susah dihapus. Wallahu a’lam. (A Muchlishon Rochmat)
#Rasulullah #Arab #Asal #India #Persia #Romawi - Rujukan: NU Online.

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat kita ambil dari Mengapa Rasulullah Berasal dari Arab? diatas adalah:
  • Mengapa Rasulullah Berasal dari Arab? Jawabannya sudah Admin jabarkan semuanya diatas, dan artikel ini bisa kita jadikan sebagai bahan rujukan mengenai sejarah-sejarah islam yang telah lampau. Selain untuk bahan rujukan, tujuan utama Admin memberikan postingan ini adalah untuk menumbuhkan dan mengobati rasa haus kita semua yang selalu dirundung kerinduan kepada Rasulullah dan Para Shahabat-Shahabatnya. (Masih adakah setitik rindu dihati kita kepada Rasulullah dan Para Shahabatnya?)
Semoga dengan membaca artikel ini, bisa menambah wawasan kita semua tentang Sirah Nabawiyah dan mudah-mudahan bisa selalu istiqamah dalam kebaikan. Amin. Salam santun dan semoga bermanfaat.

Baca juga: Kisah Nabi Muhammad dan Sahabat Disabilitas Amr bin Al Jamuh

Comment Policy: Silakan baca Kebijakan Komentar kami sebelum berkomentar.
Buka Komentar
Tutup Komentar