Skip to main content

Ketika Santri Jatuh Cinta Eps 1

Ketika Santri Jatuh Cinta Eps 1 by Santrie Salafie

Ketika Santri Jatuh Cinta Eps 1 ( Bagian Pertama dan Kedua ) - Apa sih yang terlintas saat mendengar santri jatuh cinta? Benarkah Santri juga bisa jatuh cinta? Lantas seperti apa jatuh cintanya para santri? tenang, karena pada kesempatan kali ini Santrie Salafie akan berbagi tentang Ketika Santri Jatuh Cinta Eps 1 ( Bagian Pertama dan Kedua ).

Selengkapnya, langsung saja yuk scroll ke bawah untuk menyimak lebih lanjut tentang Ketika Santri Jatuh Cinta Eps 1 ( Bagian Pertama dan Kedua ).

Ketika Santri Jatuh Cinta Bagian Pertama

pernahkah kau terjatuh sangat dalam hingga membuat mu terlalu takut untuk bangkit. Pernahkah kau merasa hampa hingga membuat mu ingin menghentikan kehidupan. Pernahkan kau menyesal hingga membuat ingin mengulang masa lampau. Keterpurukan yang seperti inikah yg dapat membuat satu kehidupan menghilang? Dimanakah letak kesalahan dari perasaan ini. Kesengsaraan seperti inikah yang mampu membuat satu kehidupan menghilang?

Plak.. plak.. plak.. pukulan demi pukulan malik terima.. ia hanya terdiam sudah biasa bagi nya berada di situasi seperti itu. Di pukul dengan rotan di hadapan saudara" nya, agar menjadi pelajaran bagi yang lain begitulah prinsif abi..

Abi dengar kamu pergi menemui seorang perempuan. Apa benar?? teriak abi..

Benar abi .. jawab malik membuat pukulan yang di terima nya semakin keras.

Kenapa tidak ada hentinya mempermalukan abi? Masuk penjara dengan kasus pemerkosaan, apa itu tidak cukup? Abi kembali berteriak sambil sesekali memegangi dada..

Terlihat batang rotan yang berwarna hijau kemerahan oleh darah malik menjadi pertanda akan akhir dari hukuman..

Plak plak.. pukulan keras kembali malik rasakan.. tak merasa cukup abi melemparkan kayu rotan dan bergerak menarik kerah baju malik. Pukulan mendarat di pipi malik..

" abi .. abi.. sudah .. teriak ummi sambil mencoba melindungi malik dari pukulan" abi..

" anak ini perlu di beri pelajaran. Abi terlihat sangat marah .. membuat kedua adiknya gemetar ketakutan.. tapi tidak bagi malik bagi nya itu bukan kemarahan pertama abi..

Malik berjalan tertatih meninggalkan abi yang tengah berdebat dengan ummi.. ia meringis, untuk kesekian kalinya ummi menolongnya dan berakhir dengan perdebatan dengan abi..

Terlihat luka goresan memenuhi telapak tangannya, bagi malik ia rela luka di bagian mana pun selain tangan .. mau tak mau hari itu sekali lagi ia harus menahan rasa perih untuk kembali membuat buku catatan..

Mengingat nayla sangat bahagia ketika ia memberikan buku catatannya bagaikan penyemangat bagi malik. Tak peduli berapa lembar lagi, tak peduli berapa goresan tinta lagi..

Entah rasa apa yang bersemayam di dadanya ia selalu ingin melihat kebahagiaan itu..

Ketika Santri Jatuh Cinta Bagian Kedua

Apakah itu cinta? Semua orang berlomba mendapatkannya. Menghempas asa melupakan luka bukankah kebahagiaan ada walau tanpa cinta.

Nayla duduk termenung, menunggu seseorang untuk menepati janjinya.. matahari mulai tenggelam, langit senja mulai menguning.. terlihat raut kecemasan di wajahnya.. sesekali ia lirik jam gantung kesayangan yang selalu ia bawa kemana-mana, jarum jam menunjuk pukul 05.45 WIB , namun yang di tunggu tidak juga hadir, nayla menyerah dan beranjak pergi ia tak bisa menunggu berlama" lagi.. ibu di rumah pasti membutuhkannya...

" nay tunggu .. tiba" terdengar suara seseorang yang baru beberapa hari ini dia kenal.. seseorang yang mampu membuat nya rela menunggu hingga satu jam lamanya.

"Maaf aku terlambat , kau pasti sudah lama menunggu.. catatan kali ini sedikit lebih banyak .. jelas malik sembari menyodorkan sebuah buku catatan .. terpaksa malik beralasan ia tak bisa pergi keluar jika abi masih berada di sekitar pesantren .. ia tahu abi akan memeriksanya sewaktu" seandainya malik pergi keluar.. dulu abi tidak sekeras itu pada malik, tapi semua berubah setelah kasus itu.. sejak saat itu abi sangat keras pada malik bahkan tak memperbolehkan malik keluar dari lingkungan pesantren kecuali untuk alasan" tertentu..

Nayla terkejut, bukan karna buku catatan yang terlihat lebih tebal dari biasanya.. tapi, tangan malik yang di penuhi luka dan memar bahkan sebagian masih terlihat mengeluarkan darah..

" malik tangan mu berdarah. Ucap nayla sambil menarik tangan malik.. membuat malik sangat terkejut dan langsung menepis tangan nayla.

"Nay.. orang yang bukan mahram tidak boleh bersentuhan .. kau tidak boleh menyentuhku..

" tapi kamu terluka malik.. lihat luka mu berdarah, aku hanya ingin menolongmu.. ucap nayla panik.. sambil sesekali meringis seakan ikut merasakan perih.

" tetap tidak boleh tanpa alasan apapun. Kecuali jika menyangkut nyawa seseorang.. semisal ada seorang perempuan yang tenggelam sedang di sana hanya ada seorang laki" .. maka laki" ini boleh menyentuhnya tapi hanya sekedar untuk menolong.. tidak lebih. Jelas malik ..

" maafkan aku .. luka mu sangat parah.. banyak sekali goresan" .. terlihat luka baru bercampur luka lama yang baru mengering, sebenarnya apa yang kamu lakukan? Aku tau itu bukan goresan pisau.. setidaknya luka karna pisau lebih bagus dari luka yang ada di tangan mu. Ucap nayla lirih membuat malik merasa bersalah sudah berbicara keras padanya.

" tidak usah khawatir. Luka seperti ini aku sudah biasa..

Malik pun menyembunyikan tangan nya. Ia tak mau jika nayla tahu bahwa luka itu ia dapatkan dari hukuman abi karna kedapatan menemui perempuan yang tak lain adalah nayla.. malik yakin jika nayla tahu ia tidak akan mau lagi menerima buku catatan malik dan itu sangat di sayangkan, setidaknya hanya dengan cara itu malik membantu nayla yang sangat ingin belajar ilmu agama..

" tunggu sebentar aku akan kembali .. ucap nayla. Ingin malik mencegahnya namun nayla sudah lebih dulu berlari pergi.. malik tahu nayla tidak akan diam melihat ia terluka

Nayla adalah seorang gadis yatim . Tak ada yang ia miliki selain ibu yang sekarang menderita penyakit stroke. Dokter mengatakan ibu nya bisa sembuh namun tidak dengan biaya yang sedikit.. membuat nayla hanya bisa menunggu bahwa keajaiban akan singgah kerumahnya. Hari demi hari.. bulan demi bulan.. tahun demi tahun.. semua ia lakukan sendiri bahkan ia juga harus bersusah payah mencari uang hanya untuk makan dan obat demi kesembuhan sang ibu.. tak ada yang membantu, tak ada yang peduli.. nayla ada namun terlupakan..

Malik ingat awal pertemuannya dengan nayla.. pertemuan tak terduga yang akan berakhir dengan pertemanan.. kesunyian nayla, kehampaan malik.. membuat mereka tanpa sengaja saling mengisi kekosongan yang membelenggu..

Tepat hari Jum'at sehabis gotong royong membersihkan pesantren, malik merasa sangat lelah dan tanpa sengaja ia tertidur di asramanya .. satu jam berlalu ketika bangun dari tidur malik terkejut melihat jam sudah menunjukkan pukul 12 kurang 20 menit .. ia pun bergegas mandi dan bersiap" untuk ke mesjid.. dari kejauhan terdengar sayup" khatib yang tengah berkhutbah..

" mudahan tidak terlambat.. gumam malik sambil berlari" kecil..

Kring.. kring.. tiba-tiba terdengar suara bel sepeda, seorang gadis berhenti tepat didepan malik.

" ini pakai.. ucap gadis itu sambil menyerahkan sepedanya, membuat malik kebingungan..

" pakai saja.. apa kamu mau terlambat sholat jum'at??

Malik mengiyakan perkataan gadis itu kemudian berlalu pergi dengan sepeda gadis itu .. yang terpenting bagi nya saat itu adalah bisa ikut sholat jum'at berjama'ah..

" malik .. tegur nayla membuat lamunannya buyar .

"Hanya ini yang bisa ku lakukan cepat bersihkan luka mu dan perban.. semua nya sudah ku siapkan dalam kotak ini..

Mendengar ucapan nayla malik hanya tersenyum.

"Aku kira tidak ada lagi yang peduli dengan ku di dunia ini..

" jangan berkata seperti itu.. bukankah ada ayah, ibu dan saudara" mu yang menunggu di rumah? Malik hanya menjawab dengan senyuman ..

" nay bagaimana dengan catatan yang ku berikan semalam?? Tanya malik mencoba mengalihkan pembicaraan..

" aku sudah membaca semuanya.. dan aku juga dapat memfahamnya, catatan mu sangat jelas dan rinci..

" syukurlah .. tanyakan saja bagian mana yang tidak mengerti.. aku akan membantu mu sebisaku..

" iya .. sahut nayla.. ada sedikit rasa haru dalam hatinya , kehadiran malik membuatnya yakin bahwa nayla tidak sepenuhnya di lupakan..

Matahari semakin redup tenggelam di ufuk barat.. langit senja seakan mewakili hati yang tlah hilang cahayanya.. malik dan nayla pun mengakhiri pertemuan mereka kala itu..

Penutup

Semoga dengan membaca Ketika Santri Jatuh Cinta Eps 1 ( Bagian Pertama dan Kedua ) ini, bisa menambah wawasan kita semua tentang Santri dan mudah-mudahan bisa selalu istiqamah dalam kebaikan. Amin. Salam santun dan semoga bermanfaat.

Baca juga lanjutan kisahnya: Ketika Santri Jatuh Cinta Eps. 2 ( Bagian Ketiga dan Keempat )

Tambahkan aplikasi Santrie Salafie di smartphone tanpa install, buka Santrie Salafie dengan browser Chrome di smartphone lalu klik ikon 3 titik di browser kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya klik aplikasi Santrie Salafie dari layar utama smartphone Anda untuk menggunakannya.
Comment Policy: Silakan baca Kebijakan Komentar kami sebelum berkomentar.
Buka Komentar
Tutup Komentar