Skip to main content

Cara Menanam Pohon Sengon Solomon yang Benar

Cara Menanam Pohon Sengon Solomon yang Benar by Santrie Salafie

Cara Menanam Pohon Sengon Solomon - Pernahkah kalian membaca atau mendengar tentang Cara Penanaman Pohon Sengon Solomon? Bagaimana Cara Menanam Pohon Sengon Solomon yang baikdan benar? Tenang, karena pada kesempatan kali ini Santrie Salafie akan berbagi tentang Cara Penanaman Pohon Sengon Solomon.

Selengkapnya, langsung saja yuk scroll ke bawah untuk menyimak lebih lanjut tentang Cara Menanam Pohon Sengon Solomon.

Persiapan Tanam dan Penanaman Pohon Sengon Solomon

Jika kita aka kita akan mengambil segmen bisnis mulai dari pembibitan, maka bab diatas sangat penting kita simak. Namun jika kita ingin langsung di segmen penanaman dan mendatangkan bibit dari luar, maka kegiatan dimulai dengan persiapan tanam yang akan dijabarkan dibawah ini.

1. Pemilihan Lahan

Pemilihan lahan menjadi hal yang sangat penting yang harus diperhatikan. Lahan yang tepat akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan baik. Bisa dikatakan pula, pemilihan lahan ini memegang kunci besar kesuksesan budidaya sengon.

Jika anda bermaksud menanam sengon Solomon, beberapa hal sangat penting yang harus diperhatikan terkait lahan ini adalah sebagai berikut:

a. Ketinggian lokasi lahan

Sengon akan tumbuh dengan baik di lahan dengan ketinggian 0-800 mdpl. Diatas itu, sengon akan mengalami pertumbuhan yang lambat. Jika sengon lambat pertumbuhannya, akan berdampak pada waktu panen yang lama.

Lamanya waktu panen akan berimbas pada biaya perawatan yang pasti membengkak. Namun untuk sengon Solomon ini, ternyata masih tetap toleran pada ketinggian sampai dengan 1000 mdpl. Sengon Solomon tumbuh optimal jika agroklimatnya sesuai.

b. Ketersediaan air di lahan

Tanaman sengon Solomonusiamudaantara 0-6 bulan di lahan, masih membutuhkan air yang cukup untuk hidupnya. Saat menentukan lokasi lahan, silahkan diperiksa kembali apakah ada sumber air untuk menyiram. Jika tidak ada, kita bisa mengalokasikan biaya produksi untuk membuat sumur.

Salah satu teknis mengatasi kekurangan air adalah dengan menanam sengon saat menjelang musim penghujan. Selama satu bulan sebelum musim hujan tiba, kita bisa menanam sengon di lahan. Pada waktu terkena hujan lebat nanti, sengon sudah memiliki perakaran yang cukup sehingga tidak gampang rusak/roboh terkena hujan.

c. Jenis tanah di lahan tersebut

Tanah di lahan yang akan ditanami sengon juga perlu dipertimbangkan. Tanah yang berbatu padas biasanya kurang begitu cocok ditanami sengon. Tanaman ini paling baik tumbuh pada jenis tanah lempung, Podsolik coklat, dan aluvial lembab yang umumnya terdapat di sepanjang sungai yang beraerasi baik.

Namun demikian sengon dapat pula tumbuh pada daerah kering dengan curah hujan sedikitnya 200 mm/tahun serta toleran pada kondisi air tergenang secara periodik.

d. Vegetasi sekitar lahan

Vegetasi sekitar lahan ada baiknya juga diperhatikan. Sengon akan tumbuh lebih baik di area yang terbuka. Lahan dengan vegetasi yang lebat di sekitarnya biasanya akan sedikit menghambat pertumbuhannya.

Misalnya, lahan yang dikeliling oleh hutan bambu yang rapat akan menghambat sengon pada fase awal pertumbuhan. Hal ini dikarenakan hutan bambu yang lebat akan menghalangi sinar matahari yang sangat diperlukan sengon untuk tumbuh. Namun demikian, adanya tanaman sebagai pagar betis justru akan menguntungkan areal. Misalnya saja tanaman salak, kelapa, glirisida, secang atau yang lainnya. Selain sebagai pencegah gangguan, tanaman pagar betis berfungsi menekan serangan hama penyakit dan juga pemecah angina.

e. Curah hujan di lokasi lahan

Curah hujan yang tinggi cenderung lebih baik untuk pengembangan sengon. Di beberapa areal lahan di Indonesia ternyata mempunyai karakteristik yang unik. Beberapa daerah misalnya karena topografinya mempunyai curah hujan yang lebih sedikit dibandingkan daerah yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari daerah tersebut. Oleh karena itu hal ini perlu menjadi pertimbangan tersendiri dalam mengambil keputusan sebuah lahan akan ditanami sengon atau tidak.

Untuk mengetahui curah hujan bisa melihat data di instansi terkait atau dengan alat pengukur curah hujan yang banyak tersedia di pasaran.

f. Keasam-basaan

Kondisi keasam-basaan tanah sangat penting untuk diketahui sebelum kita menanam sengon. Pada kondisi tanah yang pH-nya dibawah atau diatas normal, maka tanaman tidak akan bisa menyerap unsur hara dengan baik. Tanah yang pH-nya optimal adalah 6-7. pengukuran dilakukan dengan cara mengambil sampel tanah di beberapa lokasi. Tanah tersebut kemudian dimasukkan kedalam gelas, ditambahkan air dan diaduk.

Larutan tersebut kemudian kita tes dengan pH tester atau kertas lakmus. Dari angka beberapa sampel yang ada kemudian dijumlah dan dibagi untuk mendapatkan angka rata-rata. Jika hasilnya dibawah 6 maka tanah tersebut asam dan perlu ditambahkan kapur. Jika hasilnya diatas 7, maka tanah tersebut basa dan perlu ditambahkan belerang. Kondisi yang kerap dialami pekebun, tanah tersebut bersifat asam. Untuk menambahkan kapur, bisa dengan jalan menaburkannya ditanah galian lubang tanam sebelum dicampur dan dimasukkan ke lubang kembali.

Kapur yang biasa diberikan adalah kapur pertanian atau dolomit. Jumlahnya bisa dikira-kira sesuai keperluan. Jika ingin mendapatkan dosis pengapuran yang tepat, kita harus mengambil campuran tanah di lobang tanam yang telah dicampur dengan kapur dengan dosis misalnya satu sendok makan. Tanah campuran kita tes dengan pH tester. Jika pH-nya sudah normal, berarti dosis satu sendok makan bisa kita pergunakan untuk setiap satu lubang tanam. Akses panen Kondisi lahan yang akan ditanami sengon juga harus mempertimbangkan akses saat panen nantinya.

Jika lahan tidak bisa dimasuki truk pengangkut kayu, tentu ada selisih biaya panen yang tidak kecil. Jika panen ditanggung pembeli tidak masalah. Namun pembeli biasanya juga mempertimbangkan harga beli dengan akses masuk kebun. Jika bisa dibuat jalan masuk truk, maka kita akan mempermudah aktivitas panen yang berarti juga menekan biaya.

g. Keamanan lahan

Tanaman sengon selalu menjadi sasaran bagi para pencuri hijauan, atau bahkan pencuri kayu sengon itu sendiri. Sebelum kita menyewa lahan, pastikan dahulu bagaimana keamanan di lahan tersebut.

Jika mengkhawatirkan, kita harus mengeluarkan biaya ekstra untuk tenaga keamanan yang diambil dari lokasi setempat. Untuk menambah keamanan, gunakan plang yang berisi tulisan bahwa semua tanaman di areal tersebut disemprot menggunakan pestisida. Dengan demikian para pencuri hijauan tidak akan mengambil bagian dari tanaman sengon.

2. Pembersihan Lahan (Land Clearing)

Arti penting land clearing adalah menyediakan lahan yang senyaman mungkin untuk pertumbuhan sengon. Lahan yang penuh dengan gulma dan tanaman pengganggu lainnya akan cenderung menghambat sengon pada fase awal pertumbuhan di lahan.

Padahal fase awal ini memegang peran yang sangat penting dalam kesuksesan budidayanya. Lahan harus dibebaskan dari tanaman pengganggu, baik pohon lain, perdu, semak maupun rumput-rumput liar.

Beberapa jenis gulma yang sering dijumpai dan harus dibersihkan pada saat penanaman sengon dan solusinya:

1) Alang-alang

Lahan-lahan yang kurang dirawat pemiliknya dan dalam kondisi terbuka cenderung akan berubah menjadi lahan alang-alang (Imperata cylindrica). Alang-alang bisa dihilangkan dengan disemprot herbisida. Di toko pertanian sudah banyak dijual herbisida yang khusus untuk menghilangkan alang-alang. Dibandingkan dengan pembersihan teknis dengan pembabatan atau mesin pemotong rumput, menghilangkan alang-alang dengan herbisida ini lebih efektif dan efesien.

Karena jika hanya dilakukan dengan pembabatan saja, alang-alang akan tumbuh lebih lebat lagi. Padahal keberadaan alang- alang akan sangat mengganggu pertumbuhan Sengon. Sebaiknya penyemprotan herbisida alang-alang dilakukan pada awal musim hujan. Karena cuaca yang masih panas namun sudah ada hujan akan lebih ideal untuk mematikannya dan pembusukan oleh mikroorganisme dibantu air hujan akan merombaknya menjadi salah satu sumber kompos alami di lahan tersebut.

2) Bekas perkebunan lain

Selain alang-alang, biasanya juga sering dijumpai pula lahan-lahan bekas perkebunan lain. Misalnya bekas perkebunan jati yang gagal. Jati yang ditanam kerdil dan tidak menghasilkan sehingga sering kemudian diganti dengan sengon. Untuk membersihkan tonggak-tonggak jati atau kayu lain ini sebaiknya dilakukan secara teknis, yakni dengan cara memotongnya menggunakan gergaji atau alat sejenis.

Sebaiknya hal ini dilakukan pada musim kemarau di saat cuaca masih panas dan tanah yang kering bagus untuk pengangkutan tonggak-tonggaknya. Selain itu, kemungkinan tonggak akan mati karena panas juga lebih besar.

3) Perdu dan semak

Jika berupa tanaman perdu, maka gabungan antara teknis dan kimiawi harus dilakukan. Pertama, babat seluruhgulma perdu hingga ke pangkal batang bawahnya. Selanjutnya jika sudah tumbuh tunas-tunas baru langsung bisa disemprot dengan herbisida. Langkah ini akan membuat perdu akan mati permanen. Jadikan bekas babatan perdu ini sebagai mulsa tanaman sengon dengan cara meletakan secara melingkar ke tanaman sengon.

Lahan yang bersih dari gulma cenderung akan menumbuhkan sengon yang lebih bongsor. Lakukan pembersihan gulma dengan menggabungkan cara teknis dan kimiawi agar lahan bebas dari gulma-gulma yang menghambat pertumbuhan sengon. Selama 2 tahun pertama pembersihan ini terus dilakukan, umur di atas 2 tahun biasanya tajuk sengon sudah lebat dan menjadi dominan dibandingkan tanaman gulma.

3. Pembuatan Lubang Tanaman

Banyak petani yang berpikir menanam Sengon hanyalah tindakan menancapkan bibit dan meninggalkannya begitu saja. Padahal pembuatan lubang tanam sangat penting artinya. Lubang tanam minimal dibuat berukuran 40x40 cm. Lubang longgar ini dibuat agar bisa menampung pupuk kandang yang lebih banyak agar jabon bisa tumbuh lebih maksimal.

Idealnya, lubang tanam dengan ukuran 40X40 ini dibuat pada saat kemarau menjelang musim hujan. Lubang dibuat dan dibiarkan sekitar 2 minggu tanpa diisi apapun. Hal ini untuk memberikan kesempatan proses aerasi lubang tanam. Pelubangan bisa dilakukan dengan cara manual ataupun dengan mekanis. Sekarang sudah banyak dijual alat bor tanah untuk pelubangan tanam. Jika anda mengebunkan Sengon skala yang luas patut diperhitungkan penggunaan mesin bor tanah ini.

Sebelum melubangi tanah, mengukur dan memberi patok untuk lubang juga bukan pekerjaan yang mudah. Dalam lahan luas, selisih beberapa senti meter akan membuat barisan tidak bagus. Selisih ini biasanya muncul karena kita menggunakan alat ukur yang mudah memuai seperti tali plastik atau bahkan tali rafia. Sebagai alat ukur yang baik, gunakan saja meteran atau bahan padat yang sudah kita ukur sebelumnya.

4. Penentuan Jarak Tanam

Jarak antara lubang tanam dengan lubang tanam lainnya, yang berarti jarak tanam adalah 4x4 m. Memang ada juga yang menggunakan jarak tanamn 3x3 m. Namun berdasarkan pengalaman, jarak tanam 4x4 akan memberi kesempatan pertumbuhan sengon lebih maksimal. Bahkan sebagian petani menganjurkan penanaman dengan jarak 4x5 meter.

Berbeda jenis pohon bercabang rimbun lainnya yang ditanam dengan jarak yang lebih rapat dengan tujuan agar batang utama lebih lurus, penanaman sengon dengan jarak yang lebih longgar tetap membuat batang utama sengon cenderung lurus sesuai sifat dasarnya.

5. Pemupukan Awal

Kunci sukses budidaya sengon berikutnya adalah pemberian pupuk dasar. Maksud pupuk dasar di sini adalah pupuk yang diberikan di awal proses penanaman. Sebelum bibit ditancapkan di lahan, diberikan beberapa bahan yang dimaksudkan menjadi bahan makanan bibit ketika ditancapkan. Berikan campuran pupuk kandang, arang, pupuk kimia, pupuk organik cair (POC) dan pupuk hayati ke dalam lubang tanam yang telah dibuat. Pembuatan campuran ini dilakukan di tempat terpisah di luar lubang tanam. Pembuatan adonan ini dilakukan agar proses pencampuran bisa berjalan lebih sempurna.

Pupuk kandang bisa berasal dari kotoran sapi, kerbau, ayam, ataupun burung puyuh, atau ternak lainnya. Usahakan pupuk kandang ini adalah kotoran hewan yang telah terdekomposisi dengan sempurna, sudah tidak berbau, berwarna hitam, remah seperti tanah, dan sudah tidak panas lagi. Dosis yang diberikan adalah kira-kira sepertiga karung ukuran 50 kg. dalam satuan berat, antara 5-10 kilogram.

Campurkan pula arang ke dalam pupuk kandang ini dengan perbandingan 1:5, satu ukuran untuk arang dan lima untuk pupuk kandang. Arang ini bisa berasal dari sisa pembakaran kayu ataupun kita bisa dapatkan di limbah- limbah pembakaran industri tahu. Dalam jangka pendek arang memang kurang memberikan efek kesuburan, tapi jangka panjang peran arang terbukti sangat penting dalam mengumpulkan mineral-mineral di sekitar tanaman dan menyediakannya untuk pertumbuhan tanaman.

Jangan lupa berikan pula 100 gram NPK ke dalam tiap 5 kg pupuk kandang. Sambil diaduk-aduk campurkan/ semprotkan pupuk hayati dan pupuk organik cair ke dalam larutan tersebut. Kemudian adonan pupuk kandang, arang, pupuk organik cair, dan pupuk hayati ini masukkan ke dalam lubang tanam yang telah dipersiapkan sebelumnya. Isi masing- masing lubang tadi dengan adonan ini hingga penuh.

Biarkan adonan pupuk dasar ini berada di lubang tanam selama kurang lebih 2 hingga 3 minggu. Hal ini dimaksudkan untuk proses homogenisasi unsur-unsur yang diberikan di dalamnya terjadi. Selain itu juga untuk memberikan udara masuk ke dalamnya. Maksud lain adalah untuk menjadikan adonan ini semakin terurai oleh bakteri pengurai yang kita berikan. Usahakan sebelum bibit ditanam, adonan pupuk dasar ini sudah pernah terkena air hujan. Karena itu usahakan pemberian adonan pupuk dasar dilakukan pada saat menjelang musim hujan, yakni sekitar akhir bulan oktober atau mengikuti musim setempat.

Pemberian adonan pupuk kandang dilakukan pada saat musim kemarau menjelang musim hujan juga karena alasan efesiensi. Pada saat musim kemarau kondisi pupuk kandang lebih kering dibandingkan musim hujan, sehingga akan lebih mudah dan murah dalam pengangkutan dan distribusi ke masing-masing lubang tanam. Selain itu, kondisi lahan yang masih kering juga akan lebih meringankan pekerjaan. Berdasarkan pengalaman, pemberian pupuk adonan pupuk dasar ini akan memakan biaya paling besar diantara pekerjaan-pekerjaan lainnya.

Tapi jika dilakukan pada saat musim kemarau akan jauh lebih murah dibandingkan jika dikerjakan pada saat musim hujan. Saat hujan, bobot pupuk kandang akan meningkat tajam karena bercampur dengan air hujan, ditambah lagi medan yang basah akan banyak menghambat transportasi pengangkutan.

6. Penanaman Bibit

Bibit sengon Solomon ditanam dengan cara disobek dan dibuang plastik polibagnya. Tancapkan bibit pada awal musim hujan.

Beberapa hal penting terkait penanaman bibit ini diantaranya :

  • Sebaiknya belilah bibit setelah lahan benar-benar siap ditanami Sebelum lahan benar-benar siap ditanami, sebaiknya jangan membeli bibit terlebih dahulu. Pastikan lahan dan lubang tanam telah tersedia baru pengadaan bibit dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tingkat kematian bibit beberapa waktu sebelum penanaman.
  • Pengangkutan bibit sengon sebaiknya sore atau malam hari Meskipun nampak sepele, tapi pengangkutan sengon dari pembibitan ke lokasi penanaman sebaiknya dilakukan sore atau malam hari. Suhu yang dingin akan sedikit mengurangi tingkat stress bibit akibat perjalanan yang jauh. Apalagi jika jarak pembibitan dan lokasi lahan sangat jauh, maka hal ini sangat penting dilakukan.
  • Segera lakukan penanaman begitu bibit berada di lokasi Segera lakukan penanaman sehari setalah bibit tiba di lokasi. Bibit yang terlalu lama berada di lokasi tapi tidak segera ditanam akan banyak yang mati. Bibit sengon dalam polybag tidak sekuat tanaman lainnya, mudah layu jika kekurangan air.
  • Segeralah lakukan penyulaman begitu ada kematian Karena penyulaman yang terlambat akan meng- hasilkan pertumbuhan sengon yang tidak merata. Sengon Solomon adalah fast growing tree yang pertumbuhannya sangat pesat, jadi bibit yang terlambat disulami akan segera ditinggal pertumbuhannya oleh sengon yang lebih dulu hidup.
  • Untuk penanaman sebaiknya pekerja dibayar harian, bukan borongan Karena berdasarkan pengalaman, pekerja penanam bibit sengon yang dibayar borongan akan cenderung merusak bibit dan cara penanamannya. Pekerja hanya mengejar cepat tapi kurang memperhatikan tumbuh tidaknya bibit.

7. Pemberian Mikroriza

Jamur tanah ini berperan penting dalam “mencarikan” makan dan air untuk tumbuhan yang menjadi tempat hidupnya. Melalui simbiosis mutualisme antara mikoriza dan serabut akar tumbuhan menghasilkan sinergisitas hidup yang saling menguntungkan.

Mikoriza adalah jenis jamur mikroskopik yang hidupnya menempel di serabut-serabut akar tumbuhan secara mutualistis. Mikoriza hidup dari pemberian makan akar tanaman sementara dia sendiri membantu mencarikan makanan buat inangnya. Di alam bebas, jamur ini berperan sangat penting dalam menyuburkan ekosistem hutan.

Beberapa fungsi mikoriza diantaranya:

  1. Fungsi yang pertama dan yang paling utama adalah bisa meningkatkan pertumbuhan tanaman. Dengan adanya cendawan dengan tumbuhan tingkat tinggi (mikoriza) disekitar akar, tanaman akan cepat tumbuh dengan lebih subur. Bahkan ada peneliti yang mengatakan jika pada akar tanaman tahunan tertentu diberi mikoriza maka tanaman tersebut bisa tumbuh 6-15 kali lebih besar pada umur 2 tahun. Demikian pula dengan tanaman yang lain, mereka juga akan tumbuh lebih subur apabila diberi cendawan dengan tumbuhan tingkat tinggi (mikoriza) seperti jagung, padi, kedelai, cabai, terong, tomat, dll.
  2. Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit akar/ penyakit tanah dan serangan nematoda akar (hewan sejenis cacing kecil yang merusak tanaman). Dengan pemberian mikoriza umumnya tumbuhan bakal lebih tahan terhadap serbuan mikroorganisme yang merugikan tumbuhan semacam Fusarium sp pemicu layu, Phytopthora sp pemicu layu, Pytium sp pemicu rebah kecambah pada pembenihan. Mikoriza sanggup menciptakan minyak atsiri yang bersifat racun untuk jamur penyakit. Tidak hanya itu mikoriza jua bakal mengambil persediaan makanan untuk jamur pemicu penyakit tersebut.
  3. Menaikkan kemampuan tumbuhan dalam meresap unsur hara yang terdapat dalam tanah, paling utama faktor P, Ca, N, Cu, Mn, K, serta Miligram. Imbal Balik yang saling menguntungkan; antara mikoriza dengan tumbuhan dilakukan dengan memberikan sisa karbohidrat dan gula yang tidak terpakai kepada mikoriza; dan diganti dengan unsur P, Ca, N, Cu, Mn, K serta Miligram oleh mikoriza .
  4. Mikoriza menghasilkan ZPT (Zat Perangsang Tumbuh) di perakaran tanaman sehingga tanaman bisa tumbuh lebih subur dan tidak mudah stres ketika mendapat cekaman lingkungan.
  5. Mikoriza bisa meningkatkan penyerapan unsur hara oleh akar sebab dibantu miselium jamur mikoriza eksternal dengan meluaskan permukaan penyerapan pada akar. Miselium mikoriza mampu masuk dalam celah/ pori tanah yang berukuran sangat kecil yang tidak dapat dimasuki bulu-bulu akar tanaman.
  6. Mengurangi stres tanaman dalam kondisi kekurangan air, karena akar tanaman dibantu mikoriza dalam penyerapan air sehingga akar memiliki jangkauan lebih panjang dalam tanah. Menurut informasi jangkauan miselium mikoriza bisa mencapai 10-15m. Sehingga mikoriza sangat bagus digunakan untuk budidaya tanaman perkebunan seperti sengon, jabon, jati, akasia dan lain lain.
  7. Mikoriza dapat meningkatkan aerasi (ketersediaan udara) dalam tanah. Manfaat ini berhubungan erat dengan kemampuan mikoriza pada saat memperbaiki agregat tanah.
  8. Memacu perkembangan mikroba saprofitik non patogenik disekitar perakaran sehingga tanaman lebih sehat dan lebih subur.

8. Pendangiran

Pendangiran sangat penting dilakukan untuk pertumbuhan sengon. Saat sengon umur 6 bulan hingga 1 tahun Lakukan pendangiran minimal sekali pada masing-masing pohon dengan cara mencangkul secara merata di setiap pohon sengon dengal luas 1 meter dari pangkal batangnya.

Beberapa manfaat penting pendangiran adalah :

  1. Mengurai tanah agar menjadi lebih gembur Tanah yang terlalu padat tidak bagus untuk per- tumbuhan sebuah tanaman. Dengan pendangiran tanah akan digemburkan yang berarti memberi rongga-rongga yang lebih luas terhadap pertumbuhan serabut-serabut akar. Dan selain itu juga memberi ruang yang lebih luas untuk masuknya udara ke dalam tanah (aerasi).
  2. Memberikan kesempatan mikroorganisme berkem- bang lebih baik Dengan pendangiran, mikroorganisme seperti cacing, bakteri, dan berbagai makhluk kecil lainya yang tersedia secara alami ataupun diberikan dan sangat penting artinya bagi tumbuhan akan berkembang lebih baik. Dan ini akan memacu pertumbuhan kayu sengon lebih baik lagi.
  3. Menghilangkan rumput-rumput dan gulma lain di sekitar tanaman sengon Pendangiran juga berarti juga ikut membersihkan rumput-rumput di sekitar pohon. Selain tanah menjadi gembur, rumput juga ikut dibersihkan.
  4. Memberi kesempatan serabut akar berkembang lebih lebat Pendangiran akan memberikan kesempatan akar- akar berkembang lebih baik dan lebih lebat sehingga pertumbuhan sengon akan lebih pesat.

9. Pembersihan Gulma

Bersihkan gulma sesuai kebutuhan. Jika gulma sudah nampak rimbun maka sering-seringlah lakukan pem- bersihan berbagai macam jenis tumbuhan dan rumput yang mengganggu pertumbuhan sengon.

Tujuan utama pembersihan gulma adalah sebagai berikut :

  1. Meminimalisir persaingan mencari makanan antara sengon dan tanaman selain sengon. Kebun sengon yang relatif bersih dari gulma pertumbuhannya pasti akan lebih baik dibandingkan lahan yang penuh dengan rumput, semak, dan sejenisnya yang turut memperebutkan makanan sengon.
  2. Mempermudah dalam mengontrol tiap pohon pohon sengon. Pohon sengon harus selalu dimonitoring tiap waktu. Gulma yang tumbuh menjadi semak akan semakin mempersulit proses pengontrolan tiap pohon sengon.
  3. Mempermudah dalam proses perawatan, pemupukan, dan juga proses-proses budidaya lainnya. Kebun yang bersih dari gulma akan mempermudah dalam proses perawatan, pemupukan, dan juga proses budidaya lainnya, sehingga sengon tumbuh lebih optimal.
  4. Meminimalisir terjadinya proses kebakaran. Pada musim kemarau, seringkali gulma akan mengering dan menjadi sumber bahan bakar yang mudah menimbulkan api. Kebun yang relatif bersih dari gulma akan relatif lebih aman dari bahaya kebakaran.
Pembersihan bisa dilakukan dengan cara teknis atau kimia. Teknis dengan cara membabat menggunakan sabit atau mesin pemotong rumput. Kimiawi menggunakan berbagai macam jenis herbisida yang sudah tersedia di berbagai toko pertanian. Berdasarkan pengalaman, pembersihan dengan menggunakan herbisida akan memberikan hasil yang lebih efektif dan efesien.

Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari Cara Menanam Pohon Sengon Solomon diatas adalah:
  • Cara Menanam Pohon Sengon Solomon diatas bisa kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari, namun dari ke poin-poin diatas tidak sepenuhnya menjamin keberhasilan yang sudah dicoba. Semua itu kembali lagi kepada kesungguhan diri kita masing-masing dalam mengaplikasikannya pada usaha yang dilakukan.
Semoga dengan membaca Cara Menanam Pohon Sengon Solomon ini, bisa menambah wawasan dan menjadi solusi bagi kita semua yang sedang berusaha untuk Menanam atau Membudidayakan Pohon Sengon Solomon. Salam santun dan semoga bermanfaat.

Baca juga: Cara Budidaya Sengon Solomon dengan Tepat

Comment Policy: Setiap komentar yang masuk akan diperiksa terlebih dahulu sebelum ditampilkan, silakan tulis komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Terima kasih untuk kerja samanya.
Buka Komentar
Tutup Komentar