Skip to main content

Pengertian Kritik Sastra Ciri Ciri Fungsi Manfaat dan Pendekatan

Pengertian Kritik Sastra Ciri Ciri Fungsi Manfaat dan Pendekatan by Santrie Salafie

Pengertian Kritik Sastra Ciri Ciri Fungsi Manfaat dan Pendekatan - Pernahkan kalian membaca atau mendengar istilah Kritik Sastra? Apa itu kritik sastra? Kritik Sastra sendiri memiliki banyak pengertian, seperti yang akan diuraikan dibawah ini. Maka dari itu, ada baiknya bagi kita untuk lebih teliti dalam memahami Pengertian Kritik Sastra Ciri Ciri Fungsi Manfaat dan Pendekatannya.

Pada kesempatan kali ini Santrie Salafie akan berbagi tentang Pengertian Kritik Sastra Ciri Ciri Fungsi Manfaat dan Pendekatan Kritik Sastra. Langsung saja yuk scroll ke bawah untuk menyimak lebih lanjut tentang Pengertian Kritik Sastra Ciri Ciri Fungsi Manfaat dan Pendekatan Kritik Sastra.

Berikut Uraian tentang Pengertian Kritik Sastra, Ciri-Ciri, Fungsi, Manfaat dan Jenis-Jenis Pendekatan Kritik Sastra.

PENGERTIAN KRITIK SASTRA

Kritik sastra dapat diartikan sebagai salah satu objek study sastra (cabang dari ilmu sastra) yang melakukan penafsiran, analisis, serta penilaian terhadap teks sastra yaitu sebagai karya-seni. Dibawah ini pengertian kritik-sastra menurut para ahli.

PENGERTIAN KRITIK SASTRA MENURUT PARA AHLI

Menurut Graham Hough (1966: 3), kritik sastra tersebut tidak hanya terbatas pada penyuntingan, penetapan teks, interpretasi, dan juga pertimbangan nilai.

Menurut Graham, kritik-sastra meliputi pembahasan yang lebih luas diantaranya: tentang apa tujuannya? tentang apakah kesusastraan itu? dan bagaimana hubungannya dengan setiap masalah kemanusiaan?

Abrams didalam “Pengkajian Sastra” (2005: 57), beliau mendeskripsikan bahwa kritik sastra itu merupakan cabang ilmu yang berurusan dengan suatu perumusan, klasifikasi, penerangan, serta juga penilaian karya sastra.

Menurut Rene Wellek dan juga Austin Warren, studi sastra (ilmu sastra) mencakup tiga bidang, yakni: teori sastra, kritik sastra, serta sejarah sastra. Ketiga bidang tersebut memiliki hubungan yang erat serta juga saling mengait.

CIRI-CIRI KRITIK SASTRA

Adapun Ciri-Ciri Sastra antara lain ialah sebagai berikut :
  • Bersifat objektif
  • Bertujuan untuk dapat membangun (memperbaiki) karya yang dikritik.
  • Menjadi bahan acuan untuk dapa atau bisa meningkatkan kreativitas pencipta karya tersebut.

FUNGSI KRITIK SASTRA

Fungsi Kritik Sastra Menurut Pradopo, (2009:93)

Fungsi utama kritik sastra menurutnya dibagi menjadi tiga (3) :

1. Sebagai perkembangan ilmu sastra sendiri

Kritik sastra tersebut dapat membantu dalam penyusunan teori sastra serta juga sejarah sastra. Hal tersebut tersirat dalam ungkapan dari Rene wellek, “Karya sastra tidak dapat dianalisis, digolong-golongkan, serta juga dinilai tanpa adanya dukungan prinsip- prinsip kritik sastra”.

2. Sebagai perkembangan kesusastraan

Maksudnya, kritik sastra tersebut membantu perkembangan kesusastraan bangsa dengan memberi penjelasan bahwa sebuah karya sastra itu , tentang baik buruknya, serta juga menunjukkan wilayah-wilayah jangkauan persoalan karya sastra.

3. Sebagai penerangan masyarakat

Pada umumnya, kritik sastra digunakan oleh orang yang menginginkan pemahaman/penjelasan tentang karya-karya sastra. Oleh karena itu, kritik sastra menguraikan [menganalisis, menginterpretasi, serta menilai] karya sastra supaya masyarakat umum bisa mengambil manfaat dari kritik sastra untuk pemahaman serta apresiasinya kepada karya sastra (Pradopo; 2009:93).

Fungsi Kritik Sastra Secara Global

Dengan berdasarkan uraian di atas, maka fungsi kritik sastra tersebut dapat digolongkan menjadi dua:

1. Fungsi kritik sastra bagi para pembaca

  • Membantu memahami suatu karya sastra.
  • Menunjukkan keindahan (estetika) yang terdapat dalam suatu karya sastra.
  • Menunjukkan parameter ataupun ukuran dalam menilai suatu karya sastra.
  • Menunjukkan nilai-nilai misalnya pesan moral yang dapat dipetik dari sebuah karya sastra.

2. Fungsi kritik sastra bagi si pengarang atau penulis

  • Mengetahui kekurangan atau juga kelemahan karyanya.
  • Mengetahui kelebihan karyanya.
  • Mengetahui masalah-masalah yang mungkin akan dijadikan tema tulisannya.

MANFAAT KRITIK SASTRA

1. Manfaat Kritik Sastra bagi Penulis

  • Memperluas wawasan penulis, baik itu yang berkaitan dengan bahasa, objek atau juga tema-tema tulisan, serta juga teknik bersastra.
  • menanamkan motivasi untuk menulis.
  • Meningkatkan kualitas pada tulisan.

2. Manfaat Kritik Sastra bagi Pembaca

  • Menjembatani kesenjangan antara pembaca serta karya sastra.
  • Menumbuhkan kecintaan pembaca terhadapsuatu karya sastra.
  • Meningkatkan kemampuan dalam mengapresiasi suatu karya sastra.
  • Membuka mata hati serta juga pikiran pembaca akan nilai-nilai yang terdapat dalam suatu karya sastra.

3. Manfaat Kritik Sastra bagi Perkembangan Sastra

  • Mendorong perkembangan sastra, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
  • Memperluas cakrawala atau juga permasalahan yang tedapat dalam karya sastra.

PENDEKATAN KRITIK SASTRA

Abrams (1981: 36-37) membagi pendekatan pada sebuah karya sastra ke dalam empat (4) tipe yakni kritik mimetik, kritik pragmatik, kritik ekspresif, serta kritik objektif, dibawah ini merupakan penjelasannya.

1. Kritik Mimetik

Menurut Abrams, kritik jenis tersebut memandang suatu karya sastra ialah sebagai tiruan aspek-aspek alam. Karya sastra tersebut dianggap sebagai cerminan atau juga penggambaran dunia nyata, sehingga ukuran yang digunakan ialah sejauh mana karya sastra tersebut mampu untuk dapat menggambarkan objek yang sebenarnya.

Semakin jelas karya sastra dalam menggambarkan realita yang ada, maka semakin baguslah karya sastra tersebut. Kritik yang sejenis ini sangat jelas dipengaruhi pemikiran Aristoteles dan Plato, yang menyatakan bahwa sastra merupakan tiruan kenyataan.

2. Kritik Pragmatik

Kritik jenis ini memandang karya sastra sebagai alat untuk dapat mencapai sebuah tujuan. Pada umumnya, tujuan karya sastra bersifat estetis, edukatif dan politis. Dalam arti lain, kritik pragmatik cenderung menilai hasil karya sastra atas keberhasilannya didalam menggapai suatu tujuan.

Ada yang memiliki pendapat, bahwa kritik pragmatik lebih bergantung kepada para pembacanya (reseptif). Kritik pragmatik berkembang pada ABP (Angkatan Balai Pustaka).

3. Kritik Ekspresif

Kritik ekspresif lebih menitik-beratkan kepada diri penulis karya-sastra. Kritik ekspresif meyakini bahwa sastrawan (penulis karya sastra) merupakan unsur utama yang melahirkan ide/pikiran, pendapat, serta perasaan yang dituangkan kedalam karya sastranya.

Dengan menggunakan kritik jenis ini, kritikus cenderung menimba karya sastra dengan berdasarkan kemulusan, kesejatian, kecocokan penglihatan mata batin penulis atau juga keadaan pikirannya.

Pendekatan ini sering mencari fakta mengenai watak khusus serta juga pengalaman-pengalaman sastrawan yang, dengan secara sadar atau tidak, sudah membuka dirinya dalam karyanya. Umumnya, para sastrawan romantik zaman BP (Balai Pustaka) juga PB (Pujangga Baru) menggunakan orientasi ekspresif ini dalam teori kritikannya.

Contoh Kritik Sastra di Indonesia

  • “Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan” karya Arif Budiman.
  • “WS Rendra dan Imajinasinya” karya Anton J. Lake.
  • “Di Balik Sejumlah Nama” karya Linus Suryadi.
  • “Sosok Pribadi dalam Sajak” karya Subagio Sastro Wardoyo.
  • “Cerita Pendek Indonesia: Sebuah Pembicaraan” karya Korrie Layun Rampan.

4. Kritik Objektif

Kritik jenis ini memandang karya sastra ialah sebagai sesuatu yang mandiri, bebas terhadap lingkungan sekitarnya; dari penyair, pembaca, serta juga dunia sekitarnya.

Karya sastra adalah sebuah keseluruhan yang mencakupi/melingkupi dirinya, yang dirangkai dari beberapa bagian yang saling berhubungan dan berkaitan erat secara bathiniah serta menghendaki pertimbangan & analitis dengan unsur-unsur intrinsik berdasarkan suatu keberadaan.

Jadi, unsur intrinsik (objektif) tersebut tidak hanya terbatas pada alur, tema, tokoh, dsb.; namun juga mencakup kompleksitas, koherensi, kesinambungan, integritas, dan lain sebagainya.

Pendekatan pada kritik sastra jenis objektif ini menitikberatkan pada karya-karya sastra itu sendiri. Kritik jenis objektif ini mulai dan berkembang sejak tahun 20-an serta melahirkan teori-teori:

  • New Critics di AS
  • Formalisme di Eropa
  • Strukturalisme di Perancis

Perkembangan Kritik Sastra di Indonesia

Di Indonesia, dikembangkan oleh kelompok kritikus aliran Rawamangun:

  • “Bentuk Lakon pada Sastra Indonesia” karya Boen S. Oemaryati.
  • “Novel Baru Iwan Simatupang” karya Dami N. Toda.
  • “Pengarang-Pengarang Wanita Indonesia” karya Th. Rahayu Prihatmi.
  • “Perkembangan Novel-Novel di Indonesia” karya Umar Yunus.
  • “Perkembangan Puisi Indonesia & Melayu Modern” karya Umar Yunus.
  • “Tergantung pada Kata ” karya A. Teeuw.

Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari Pengertian Kritik Sastra Ciri Ciri Fungsi Manfaat dan Pendekatan diatas adalah:
  • Pengertian Kritik Sastra Ciri Ciri Fungsi Manfaat dan Pendekatan diatas bisa kita buat sebagai rujukan untuk pengetahuan pribadi ataupun juga untuk modal pembelajaran di kelas. Silahkan ambil kesimpulan yang paling baik menurut kalian masing-masing.
Semoga dengan membaca Pengertian Kritik Sastra Ciri Ciri Fungsi Manfaat dan Pendekatan ini, bisa menambah wawasan dan menjadi solusi bagi kita semua yang sedang mencari bahan ajar mengenai kritik sastra. Salam santun dan semoga bermanfaat.

Baca juga: Pengertian Autobiografi dan Contohnya

Comment Policy: Silakan baca Kebijakan Komentar kami sebelum berkomentar.
Buka Komentar
Tutup Komentar