Skip to main content

Kumpulan Puisi Sufi Terlengkap

Kumpulan Puisi Sufi Terlengkap by Santrie Salafie

Kumpulan Puisi Sufi Terlengkap - Apa kalian pernah membuat Puisi? tentu pernah 'kan? Baik itu tugas sekolah, hobi, atau hanya sekedar iseng saja. Nah, pada kesempatan kali ini Santrie Salafie akan berbagi tentang Kumpulan Puisi Sufi Terlengkap.

Selengkapnya, langsung saja yuk scroll ke bawah untuk menyimak lebih lanjut tentang Kumpulan Puisi Sufi Terlengkap.

Puisi Sufi Pertama : Ilmu dan Makrifat

Wahai yang tidak aku kenali, ku panjat gunung yang tinggi.
Sangkaku Engkau berada di puncaknya namun tidak ku temui Engkau di sana.
Lalu aku terjun dari puncak gunung, jika Engkau ada.. pasti Engkau tidak membiarkan daku.

Tangan SuciMu menyambar ku, aku terbang dengan sayap RahmanMu; Mengembara ke seluruh alam maya namun tidak ku temui Engkau di dalam alam.

Hatiku mengatakan Engkau ada, lalu aku keluar daripada alam dan aku terjun ke dalam hatiku.

Di sana aku temui kebodohanku, bodohnya aku menyangka akulah Aku; sedangkan Dia jualah Aku dan aku tiada beserta Dia.

Bila aku tiada beserta Dia.. tinggallah Dia sendirian, rindulah Dia kepada diriku, lalu Dia terjun ke dalam hatinya.. di sana Dia berjumpa Aku dan Aku menyambutnya dengan tersenyum.

Aku dan Dia; Dia dan Aku; bukan dua dan bukan Satu. Satu masih berbentuk, masih berjarak titik atas dengan bawah.
Sedangkan Aku dan Dia tiada antara, bukan juga titik yang halus, titik yang halus masih menempati ruang.
Sedangkan Aku dan Dia tiada rupa, tiada bentuk, tiada ruang, tiada zaman.

Aku adalah Dia; Dia adalah Aku; tiada beda antara Aku dan Dia.
Bila aku coba mengenali Dia, aku tidak kenal lagi diriku, aku tidak kenal lagi diri Dia.
Bila dia coba mengenali diriku, dia tidak kenal lagi dirinya, dia tidak kenal lagi diriku.

Tiada lagi kenyataan.. tiada juga kegaiban.
Pengenalan sebenarnya adalah tidak kenal, pengetahuan sebenarnya adalah tidak tahu.
Aku adalah rahasia Dia; Dia adalah rahasia Aku; usah diganggu rahasia ini.

Puisi Sufi Kedua : Ilmu dan Matlamat

Daku terbang dengan sayap Rahmani Mu, menggilas ilmu di atas belalang.. agar daku tidak sesat di jalanan.

Tapi ilmu ini amat membebankan daku, hingga daku tidak terdaya terbang tinggi.

Izinkan daku mencampakkan ilmu ke bumi; Biar sayap Rahmani Mu sendiri membawa ku pergi, sesuka dan semau Mu.

Engkau ciptakan daku hanya untuk Mu, maksud dan tujuan ku hanyalah Engkau, Sampaikan daku kepada tujuan penciptaan dan matlamat ku.

Puisi Sufi Ketiga : Pencarian

Paling aku tidak mengerti adalah bagaimana mau menyeru-Mu, jika nama juga hijab antara Engkau dengan aku.

Engkau esa dan tiada hijab menemani Mu, mana mungkin Engkau terhijab?

Berapakah hati yang sudah hancur dalam merindu Mu? Berapa banyak pikiran telah berkecamuh dalam mencari Mu?

Engkau dekat, tetapi bila didekati Engkau menjauh.
Bila berhenti Engkau melambai.
Bila dikejar Engkau menjauh kembali.
Bila aku di tangga rumah Mu, Engkau menutup pintu.
Bila aku undur, Engkau membuka jendela.
Bila aku mengintai, Engkau melabuhkan langsir.

Dalam kepayahan ini, yang daku perlukan ialah penawar. Penawar itu ada pada tangan Mu namun aku malu mengulurkan tanganku yang cemar untuk disambut oleh tangan Mu yang suci.

Aku tidak tamak meminta Engkau menjadi teman karena aku tidak pernah membuktikan kesetiaan sebagai sahabat, namun hatiku gila kepada Mu. Tetapi aku malu memanggil Engkau kekasih karena aku tersangat bodoh dan hina.

Janganlah Engkau murka lantaran si bodoh dan hina ini mengasihi Mu.

Wajahku yang bodoh dan hina tidak layak Engkau pandangi, tetapi wajah Mu yang cantik berseri tidak layak untuk tidak aku pandangi.

Sehingga di atas tangga rumah Mu aku terlena dengan harapan mataku tidak terbuka lagi sebab tidak tahan dalam merindui Mu.

Izinkan daku bermalam di tangga rumah Mu dan memejamkan mataku di situ. Agar apabila Engkau membuka pintu, Engkau memandang kepada ku.. walaupun daku tidak memandang kepada Mu.

Puisi Sufi Keempat : Pencari
Daku terbang mencari Mu, lalu aku dipanah oleh pemanah; cideralah dadaku.

"Adakah begini nasib si pencari Mu?" Jika Engkau bertanya apakah yang daku mau? jawabanku hanya satu: "Engkau, semata-mata Engkau".

Selamatkan daku dari anak panah supaya daku terus kuat terbang kepada Mu.

Engkau Pemilik keteguhan, masukkan daku ke dalam benteng keteguhan Mu.. agar daku menjadi teguh sehingga tiada anak panah menciderakan daku.

Janganlah sesiapa menggangu daku, biarkan daku bersama yang ku kasih.. sehingga Dia mengizinkan daku menyertai kalian.

* SELESAI *

Bagaimana perasaannya setelah membaca Kumpulan Puisi Sufi Terlengkap diatas? Mudah-mudahan dengan membaca Kumpulan Puisi Sufi Terlengkap ini, bisa mewakili perasaan kita semua. Tentunya juga, semoga bisa menambah kreativitas kita dalam berpuisi. Jangan lupa datang kembali untuk menyimak kumpulan puisi lainnya dalam berbagai tema pada waktu yang akan datang. Salam santun dan semoga bermanfaat.

Baca juga: Tips Islami menjaga Kecantikan

Comment Policy: Silakan baca Kebijakan Komentar kami sebelum berkomentar.
Buka Komentar
Tutup Komentar