Skip to main content

Kumpulan Puisi Cinta Jalaluddin Rumi

Kumpulan Puisi Cinta Jalaluddin Rumi by Santrie Salafie

Kumpulan Puisi Cinta Jalaluddin Rumi - Apa kalian pernah membuat Puisi? tentu pernah 'kan? Baik itu tugas sekolah, hobi, atau hanya sekedar iseng saja. Nah, pada kesempatan kali ini Santrie Salafie akan berbagi tentang Kumpulan Puisi Cinta Jalaluddin Rumi.

Selengkapnya, langsung saja yuk scroll ke bawah untuk menyimak lebih lanjut tentang Kumpulan Puisi Cinta Jalaluddin Rumi.

Puisi Cinta Jalaluddin Rumi Pertama: Tanpa Cinta, Segalanya Tak Bernilai

Jika engkau bukanlah seorang pecinta, maka jangan pandang hidup ini adalah kehidupan. Sebab tanpa ada Cinta, segala perbuatan tak akan dihitung Pada Hari Perhitungan kelak. Setiap saat yang lepas tanpa ada Cinta, pasti berubah menjadi raut yang terhina dihadapanNya.

Burung-burung sadar telah turun melalui langit dan terikat dengan bumi sepanjang hari, mereka seperti bintang-bintang yang ada di langit yang dikirim melalui langit menuju bumi. Demikian sangat pentingnya Bersatu dengan Allah dan betapa menderitanya Keterpisahan dengan-Nya.

Wahai angin, berkaryalah sebuah tarian dari ranting-ranting dalam dzikir hari yang engkau gerakkan awal Persatuan.

Lihatlah beberapa pepohonan ini, semuanya akan gembira; Bagaikan sekumpulan keriangan.

Namun wahai kuntum Hijau, kenapa engkau hanyut dalam kesedihan ?

Yang Bijak berbisik pada benih : “Akarmu yang tergenang akan segera tumbuh, karena engkau sudah merasakan Nikmatnya Kebaikan.”

Di manapun, jalur untuk mencapai tentang Kesucian Hati adalah Kerendahan Hati. Sampai dia akan menemukan pada jawaban.. “YA” dalam sebuah pertanyaan : “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”

Puisi Cinta Jalaluddin Rumi Kedua: Pernyataan Cinta

Bila tak kulukiskan keindahan-Mu dalam kata, kan kusimpan Rahman-Mu didalam dadaku.

Bila kuhirup harum semerbak tanpa cinta-Mu, segera bakarlah aku dengan api cintamu.

Meski aku terbang tenang bagai merpati, tapi aku gelisah bagai topan dalam ruangan. Sebab Engkau telah mengunci rapat bibirku; Tariklah selimutku ke dekat-Mu.

Apakah maksud Mu? Mana ku tahu?

Aku tahu bahwa aku selalu mampu dalam jejak ini, ku kunyah lagi menahan kepedihan mengenangmu.

Bagai unta menahan biak makanannya dan bagaikan unta yang jenuh langkahku berlari, meskipun tersembunyi dan tiada berucap.

Di hadirat-Mu aku jelas dan nampak bagai benih di dalam tanah, aku menunggu tanda-tanda musim semi hingga nafasku sendiri dapat bernafas wangi dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.

Puisi Cinta Jalaluddin Rumi Ketiga: Cinta, Lautan Tak Bertepi

Cinta adalah kumpulan lautan yang tak berujung dan langit hanya sebagai serpihan buih saja.

Ketahuilah, langit berputar karena ada gelombang Cinta; Andai tak ada sebuah Cinta, Dunia akan menjadi beku.

Bila bukan karena hadirnya Cinta, bagaimana suatu yang organik berkamoflase tumbuhan? Bagaimana tumbuhan mengorbankan dirinya demi mendapatkan ruh (hewani)? Bagaimana ruh (hewani) akan mengorbankan diri demi nafas (ruh) yang menghamili Maryam?

Semua itu akan menjadi beku dan kaku bagai salju, tidak dapat melintas serta mendarat bagai belalang. Sebab setiap atom yang jatuh cinta pada Yang Maha Sempurna dan naik keatas laksana tunas, cita-cita mereka yang tak akan terdengar.

Sesungguhnya adalah Lagu pujian Keagungan pada Tuhan.

Puisi Cinta Jalaluddin Rumi Keempat: Kearifan Cinta
Cinta yang dibangkitkan oleh khayalan yang salah dan tidak pada tempatnya bisa saja menghantarkannya pada keadaan ekstasi.

Namun kenikmatan itu, jelas tidak seperti bercinta dengan kekasih sebenarnya; Kekasih yang sadar akan hadirnya seseorang.

Puisi Cinta Jalaluddin Rumi Kelima: Perih Cinta
Perih Cinta inilah yang membuka tabir hasrat pencinta, tiada penyakit yang dapat menyamai dukacita hati ini.

Cinta adalah sebuah penyakit karena berpisah, isyarat dan astrolabium rahasia-rahasia Ilahi.

Apakah dari jamur langit atau pun jamur bumi? Cintalah yang akan membimbing semuanya kesana pada akhirnya.

Akal akan sia-sia bahkan menggelepar untuk menerangkan Cinta; Bagai keledai dalam lumpur, Cinta adalah sang penerang Cinta itu sendiri.

Bukankah matahari yang menyatakan dirinya matahari? Perhatikanlah dia, Seluruh bukti yang kau lamunkan ada disana.

Puisi Cinta Jalaluddin Rumi Keenam: Cinta
Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan; Aku mencintainya dan mengaguminya.

Aku memilih jalannya dan memalingkan wajah ke jalan-Nya.

Setiap orang memiliki kekasih; Dia-lah kekasihku. Kekasihku yang abadi.

Dia adalah yang Aku cintai; Dia begitu indah. Oh, Dia adalah yang paling sempurna.

Mereka yang mencintai-Nya adalah golongan pecinta, yang tak pernah hidup. Dia adalah dia.

dia dan mereka adalah Dia. Ini adalah sebuah rahasia; Jika kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya.

* SELESAI *

Bagaimana perasaannya setelah membaca Kumpulan Puisi Cinta Jalaluddin Rumi diatas? Mudah-mudahan dengan membaca Kumpulan Puisi Cinta Jalaluddin Rumi ini, bisa mewakili perasaan kita semua. Tentunya juga, semoga bisa menambah kreativitas kita dalam berpuisi. Jangan lupa datang kembali untuk menyimak kumpulan puisi lainnya dalam berbagai tema pada waktu yang akan datang. Salam santun dan semoga bermanfaat.

Baca juga: Kumpulan Puisi Sufi Terlengkap

Comment Policy: Silakan baca Kebijakan Komentar kami sebelum berkomentar.
Buka Komentar
Tutup Komentar