Skip to main content

Pengertian Biografi Tujuan Ciri Ciri Struktur dan Contoh Biografi

Pengertian Biografi Tujuan Ciri Ciri Struktur dan Contoh Biografi by Santrie Salafie

Pengertian Biografi Tujuan Ciri Ciri Struktur dan Contoh Biografi - Tahukah anda tentang Pengertian Biografi Tujuan Ciri Ciri Struktur dan Contoh Biografi? Jika dilihat dari perkembangannya sampai sekarang, Pengertian Biografi Tujuan Ciri Ciri Struktur dan Contoh Biografi mempunyai banyak variasi dalam pemahamannya, dan itu tentu juga akan menjadi sebuah problem bagi seseorang yang sedang mempelajari keilmuan tentang Pengertian Biografi Tujuan Ciri Ciri Struktur dan Contoh Biografi. Maka dari itu, ada baiknya bagi kita untuk mengetahui Pengertian Biografi Tujuan Ciri Ciri Struktur dan Contoh Biografi secara terperinci.

Pada kesempatan kali ini Santrie Salafie akan berbagi tentang Pengertian Biografi Tujuan Ciri Ciri Struktur dan Contoh Biografi. Langsung saja yuk scroll ke bawah untuk menyimak lebih lanjut tentang Pengertian Biografi Tujuan Ciri Ciri Struktur dan Contoh Biografi.

PENGERTIAN BIOGRAFI

Pengertian Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Sebuah biografi lebih kompleks, tidak hanya sekedar data tanggal lahir, data kematian dan data pekerjaan, namun biografi juga menceritakan tentang perasaan yang terlibat didalam mengalami kejadian tersebut. Hal ini jelas berbeda dengan Autobiografi.

Dalam biografi tersebut dijelaskan secara lengkap kehidupan seorang tokoh sejak kecil sampai tua, bahkan sampai meninggal dunia. Semua karya, jasa dan semua hal yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh juga dijelaskan.

Pada dasarnya, teks biografi disusun oleh orang lain, bukan diri sendiri. Umumnya pembuatan biografi hanya untuk tokoh-tokoh yang dianggap penting dan memiliki pengaruh bagi kehidupan orang banyak.

Sedangkan biografi dalam bentuk buku berisi berbagai informasi dan fakta hidup seseorang yang dikisahkan secara mendetail dan ditulis dengan gaya bahasa yang menarik.

TUJUAN BIOGRAFI

Tujuan teks biografi ialah untuk menyampaikan kepada pembaca tentang kisah kehidupan seorang secara jelas. Dalam hal ini, penulis bisa memilih bagian mana dari si tokoh yang ingin disampaikan pada pembaca.

CIRI CIRI BIOGRAFI

Berikut ciri-ciri biografi :
  • Biografi memiliki struktur tersendiri, terdiri atas : orientasi, masalah atau peristiwa dan reorientasi.
  • Biografi memuat berdasarkan informasi fakta serta disajikan dalam bentuk narasi.
  • Faktual, artinya berdasarkan pengalaman hidup atau kisah kehidupan seseorang yang diceritakan didalam tokoh biografi tersebut.

4 hal yang harus di cermati dalam teks biografi, yaitu :

  1. Judul biografi
  2. Hal yang menarik serta memberi kesan yang ditampilkan didalam kehidupan tokoh yang diceritakan
  3. Hal yang mengagumkan serta mengharukan yang muncul dalam kehidupan tokoh yang diceritakan
  4. Hal yang dapat di contoh atau diteladani dari kehidupan tokoh.

STRUKTUR BIOGRAFI
  1. Orientasi
  2. Peristiwa dan Masalah
  3. Reorientasi

CONTOH BIOGRAFI DEWI SARTIKA
Dibawah ini sudah Admin sajikan satu contoh biografi dari Dewi Sartika, silahkan disimak dengan seksama supaya benar-benar dipahami.

BIOGRAFI DEWI SARTIKA | Santrie Salafie
Orientasi Biografi Dewi Sartika
Dewi Sartika merupakan putri dari pasangan priyayi Sunda yaitu Nyi Raden Raja Permas dan Raden Soma Nagara. Walaupun bertentangan dengan adat yang berlaku di masyarakat, kedua orang tuanya tetap menginginkan putrinya tersebut berpendidikan. Oleh karena itu, kedua orang tua Dewi Sartika tetap menyekolahkannya di Sakola-Belanda.

Pasca wafatnya sang Ayah, dirinya diasuh oleh sang paman yang juga merupakan priyayi karena menjabat sebagai patih Cicalengka. Dari sang paman inilah dirinya mendapatkan pengetahuan tentang kebudayaan tanah leluhurnya yaitu Sunda. Sementara itu, pengetahuan tentang kebudayaan barat ia terima dari seorang nyonya asisten residen Belanda.

Peristiwa dan Masalah dalam Biografi Dewi Sartika
Sejak kecil, Dewi Sartika memang sudah tertarik dengan kegiatan pendidikan. Sambil bermain bersama anak-anak pembantu kepatihan, Ia juga mengajarkan mereka berbagai pelajaran seperti membaca, menulis hingga bahasa Belanda. Beberapa benda seperti papan bilik kandang kereta, arang dan pecahan genting digunakannya sebagai media pembelajaran.

Pada waktu itu, Dewi Sartika baru berusia 10 tahun dan tindakan yang dilakukannya sudah menghebohkan masyarakat Cicalengka. Hal ini dikarenakan pada waktu itu beberapa anak-anak Cicalengka sudah mampu membaca, menulis, dan berbahasa Belanda. Setelah beranjak remaja, Dewi Sartika kembali lagi ke rumah Ibunya di Bandung.

Usia yang beranjak dewasa membuat Dewi Sartika optimis untuk menggapai cita-citanya. Cita-citanya tersebut juga mendapat dukungan dari pamannya yang menjabat sebagai bupati Martanagara. Meski mendapat dukungan dari paman, bukan berarti membuat dirinya mudah dalam mewujudkan cita-cita. Hal ini dikarenakan adat istiadat waktu itu sangat mengekang kaum wanita.

Akhirnya pada tahun 1902, Dewi Sartika mampu meyakinkan pamannya untuk mendirikan sekolah di belakang rumahnya di Bandung. Dirinya mengajar beberapa anggota keluarga perempuan dengan materi merendam, memasak, menulis, dan menjahit. Pada Januari 1904 setelah berkonsultasi dengan bupati Martanagara Dewi Sartika akhirnya mendirikan Sakola Istri pertama se-Hindia Belanda.

Dalam menjalankan tugasnya (pembelajaran), Dewi Sartika dibantu oleh dua orang wanita yaitu Nyi Poerwa dan Nyi Oewid. Pada waktu itu, murid di Sakola Istri terdiri dari 20 orang. Pada tahun 1905, sekolahnya menambah kelas sehingga dipindahkan ke Jalan Ciguriang Kebon Cau. Lokasi ini dibeli Dewi Sartika dengan uang tabungannya sendiri serta sumbangan dana dari Bupati.

Angkatan pertama Sakola Istri lulus pada tahun 1909. Pada tahun-tahun berikutnya, Sakola Istri mula banyak bermunculan di wilayah Pasundan dengan membawa semangat dan cita-cita Dewi Sartika. Kemudian, pada tahun 1912 sudah ada 9 Sakola Istri se-kabupaten Pasundan. Memasuki usia yang kesepuluh, sekolah ini berganti nama menjadi Sakola Keutamaan Istri.

Seluruh wilayah Pasundan telah memiliki Sakola Keutamaan Istri di setiap daerahnya pada tahun 1920. Tidak hanya di Pasundan, semangat Dewi Sartika juga menyeberang hingga Pulau Sumatera di mana Encik Rama Saleh juga mendirikan Sakola Keutamaan Istri di Bukit Tinggi. Sejak tahun 1929 atau tepat pada 25 tahun berdirinya sekolah ini Dewi Sartika kembali mengganti namanya.

Dewi Sartika mengganti nama sekolah ini menjadi “Sakola Raden Dewi”. Atas jasanya di bidang pendidikan, maka Pemerintah Hindia Belanda menganugerahi dirinya Bintang Jasa. Pada 11 September 1947, Dewi Sartika meninggal dunia. Ia dimakamkan di desa Rahayu, Cineam, Tasikmalaya. Tiga tahun kemudian, jasadnya dipindahkan ke kompleks pemakaman Bupati Bandung.

Reorientasi Biografi Dewi Sartika
Sebagai generasi muda, kita tentu tidak boleh melupakan jasa Dewi Sartika dalam memperjuangkan pendidikan begitu saja. Tidak hanya sekedar mengenang, semoga kita juga dapat meneladani dan terispirasi untuk melakukan hal yang sama dengan Dewi Sartika. Harapannya tentu saja agar wajah pendidikan Indonesia khususnya bagi kaum wanita lebih cerah.

Itulah tadi pembahasan singkat tentang Pengertian Biografi, Ciri-Ciri, Struktur dan Contoh Biografi. Namun jika Anda ingin membandingkan arti atau hal yang berkaitan dengan Autobiografi silahkan merujuk pada artikel Pengertian Autobiografi, Jenis-Jenis, Ciri-Ciri, Tujuan Struktur, Manfaat dan Contoh Autobiografi.

Comment Policy: Silakan baca Kebijakan Komentar kami sebelum berkomentar.
Buka Komentar
Tutup Komentar