Skip to main content

Cerita Humor Lucu Menulis Surat untuk Tuhan

Cerita Humor Lucu Menulis Surat untuk Tuhan by Santrie Salafie

Cerita Humor Lucu Menulis Surat untuk Tuhan - Berikut cerita lengkapnya

Cerita Humor Lucu Menulis Surat untuk Tuhan

Suatu hari bocah rakyat jelata bernama Kipli sangat memerlukan uang sebanyak 500.000. Ia tidak lupa untuk terus memanjatkan doa, tapi tak kunjung terkabul. Akhirnya Kipli putuskan untuk menulis surat untuk Tuhan.

Namanya Kipli, surat untuk Tuhan di Surga ia kirimkan lewar kantor pos terdekat. Melihat surat permintaan uang tersebut, petugas kantor pos memutuskan untuk mengirimkannya ke Kantor Wali Kota.

Wali Kota mau menerima dan membuka surat tersebut. Ia terharu dan terkesan dengan permohonan Kipli yang sedang membutuhkan uang

Ia menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk mengirimkan Kipli bantuan sebesar Rp100 ribu. Wali Kota berpikir bahwa ini akan menjadi uang yang cukup banyak untuk seorang anak kecil.

Budi sangat senang dengan uang Rp100 ribu itu dan mulai duduk untuk menulis surat balasan yang berisi terima kasih kepada Tuhan:

Ya Tuhan, Terima kasih banyak untuk mengirim uang kepada saya. Namun, saya melihat bahwa untuk beberapa alasan Engkau harus mengirimnya melalui Pemda. Seperti biasa, orang-orang itu memotong Rp400 ribu. Terima kasih, - Kipli -

- SELESAI -

Itulah sedikit cerita singkat humor menulis surat untuk Tuhan, jika Anda punya cerita menarik seputar lailatul qadar dan ingin ceritanya ditayangkan di situs Santrie Salafie, langsung saja kirimkan ceritanya melalui form Contact disini.

Salam santun dan semoga menghibur.

Lihat juga kumpulan humor lainnya: disini

Baca juga: Humor Lucu: Lailatul Qadar Tiba Tiap Malam

Tambahkan aplikasi Santrie Salafie di smartphone tanpa install
  1. Buka SantrieSalafie.com dengan browser Chrome di smartphone
  2. Klik ikon 3 titik di browser
  3. Pilih "Tambahkan ke layar utama".
Selanjutnya klik aplikasi Santrie Salafie dari layar utama smartphone Anda untuk menggunakannya.
Comment Policy: Silakan baca Kebijakan Komentar kami sebelum berkomentar.
Buka Komentar
Tutup Komentar